Emirates Membeku, Arsenal Tergelincir, Liverpool Gigit Jari di Anfield

Author Image

Ais Nurdin

18 Januari 2026, 05:51 WIB

Arsenal dan harus puas berbagi poin setelah pertandingan keras di Stadion Emirates berakhir imbang tanpa gol. Hasil ini menjaga persaingan ketat di papan atas , dengan masih memimpin klasemen meskipun gagal memperlebar jarak dengan para pesaingnya.

yang diharapkan untuk menjauh dari kejaran rupanya tak terwujud. , yang memegang rekor kandang sempurna musim ini, akhirnya tertahan. , salah satu dari dua tim yang pernah mengalahkan Arsenal musim ini, tampil solid dan nyaris mencuri poin penuh melalui peluang emas Conor Bradley yang membentur mistar gawang.

Jalannya Pertandingan yang Antiklimaks

Suasana penuh antisipasi menyelimuti Stadion Emirates sebelum laga dimulai. Namun, pertarungan antara sang bertahan dan tim yang difavoritkan meraih gelar ini berakhir antiklimaks. Kedua tim terlihat kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka akibat kondisi cuaca ekstrem yang ditimbulkan oleh Badai Goretti, di mana hujan deras dan angin kencang turut mewarnai jalannya laga.

Liverpool, yang sempat tertinggal dalam sejak kekalahan mereka di , kini menunjukkan performa impresif dengan catatan 10 pertandingan tak terkalahkan. Performa ini semakin mengukuhkan posisi mereka di zona klasemen.

Peluang Terbuang dan Ketatnya Persaingan

Di , Liverpool lebih banyak tertekan. Namun, mereka justru menjadi tim yang paling dekat untuk membuka keunggulan sebelum jeda. Sebuah operan dari William Saliba yang kurang cermat hampir saja mengecoh kiper David Raya. Dalam situasi bola liar tersebut, tendangan lob Conor Bradley membentur sisi bawah mistar gawang.

Babak kedua menampilkan dominasi Liverpool dalam dan wilayah permainan. Namun, lini serang mereka terasa tumpul. Tiga ancaman terbesar Liverpool absen; Alexander Isak dan mengalami cedera, sementara tengah membela negaranya di .

Ketidakmampuan Arsenal untuk mencetak gol di kandang sendiri untuk pertama kalinya musim ini juga menjadi sorotan. Meskipun demikian, ini cukup untuk memperlebar keunggulan mereka atas di peringkat kedua menjadi enam poin. Tiga berturut-turut yang dialami City membuka peluang bagi Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun.

Upaya Arteta dan Keputusan Strategis

Kurangnya daya gedor di lini depan Arsenal terlihat jelas. Tim tuan rumah hanya mampu merepotkan lini pertahanan lawan melalui kecepatan Jeremie Frimpong, namun penyelesaian akhirnya masih kurang efektif.

Dominik Szoboszlai nyaris mengulang gol indahnya dari pertemuan terakhir dengan yang keras dan menukik, namun bola masih sedikit melenceng dari sasaran. Di sisi lain, Viktor Gyokeres kembali menunjukkan performa yang kurang memuaskan dan ditarik keluar oleh . Ini memperpanjang puasa golnya dari permainan terbuka menjadi sepuluh pertandingan.

Arteta berusaha mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan sejumlah pemain pengganti. Gabriel Jesus, Noni Madueke, , dan Gabriel Martinelli menjadi opsi dari bangku cadangan demi mencari gol . Namun, baru di masa injury time babak kedua, mereka mampu melepaskan tembakan tepat sasaran melalui Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli, yang keduanya masih dapat diantisipasi oleh kiper Alisson Becker.

Satu poin yang diraih menempatkan Liverpool di posisi keempat klasemen, unggul tiga poin dari Newcastle dan Manchester United dalam perburuan tiket musim depan.

Related Post