Turnamen akbar Piala Dunia 2026 kini telah memasuki fase krusial dengan menyisakan empat tim terbaik di babak semifinal. Di balik persaingan sengit perebutan tiket final di atas lapangan, faktor non-teknis seperti kelelahan akibat mobilitas tinggi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh para kontestan.
Kondisi fisik para pemain sangat dipengaruhi oleh jadwal penerbangan dan perpindahan kota antarpertandingan. Menariknya, dari empat tim yang berhasil menembus babak empat besar ini, statistik menunjukkan adanya perbedaan jarak tempuh yang cukup mencolok selama turnamen berlangsung.
Tantangan Jarak Tempuh yang Berbeda
Masing-masing tim semifinalis Piala Dunia 2026 harus melalui rute perjalanan yang tidak sama untuk mencapai titik ini. Perbedaan lokasi stadion di negara tuan rumah memaksa sejumlah tim menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan dibandingkan dengan rival mereka.
Baca Juga
Inggris Jadi Tim Paling Lelah di Perjalanan
Di antara seluruh tim yang tersisa, tim nasional Inggris tercatat sebagai skuad dengan mobilitas paling tinggi. Tim Tiga Singa menjadi kontestan yang menempuh jarak perjalanan paling jauh alias menjadi tim yang paling lelah di jalan selama turnamen.
Faktor kelelahan akibat perjalanan panjang ini tentu menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi tim kepelatihan Inggris. Mereka harus menerapkan strategi pemulihan fisik yang efektif agar para pemain tetap berada dalam kondisi bugar saat berlaga di babak semifinal nanti.




