Mohamed Salah, ikon tak terbantahkan di Anfield, telah menorehkan namanya sebagai salah satu pencetak gol paling mematikan dalam sejarah Liverpool. Sejak kedatangannya pada tahun 2017, penyerang asal Mesir ini secara konsisten menjadi ujung tombak utama The Reds, mengukir rekor demi rekor yang membuktikan ketajamannya di depan gawang lawan. Tak heran jika ia selalu menjadi sorotan dan dielu-elukan oleh jutaan penggemar.
Namun, di balik semua prestasi gemilang dan pujian dari jutaan penggemar di seluruh dunia, ternyata ada kritik tak terduga yang datang dari lingkungan terdekatnya. Sumber “kritikan” ini bukan dari pengamat sepak bola atau media ternama, melainkan dari “fan” paling setia namun juga paling jujur: anak-anaknya sendiri yang melihat permainannya dari sudut pandang yang polos.
Ironisnya, meski data statistik jelas menunjukkan bahwa Salah adalah pemain tertajam di Liverpool sepanjang periode sejak ia bergabung, anak-anaknya justru memiliki pandangan yang berbeda. Mereka menganggap sang ayah tercinta masih kurang produktif dalam mencetak gol. Sebuah “tuntutan” polos yang mungkin membuat Sang Raja Mesir tersenyum, sekaligus menunjukkan sisi lain yang humanis dari kehidupan seorang bintang sepak bola dunia.
Baca Juga




