Real Madrid kembali mengejutkan publik sepakbola dunia dengan keputusan besar yang diambil klub. Pelatih kepala mereka, Xabi Alonso, resmi mengakhiri masa jabatannya setelah kekalahan menyakitkan di final Piala Super Spanyol 2026 melawan Barcelona.
Pengumuman resmi pemutusan kerja sama ini disampaikan oleh Real Madrid pada Senin malam, 11 Januari 2026, waktu setempat. Keputusan tersebut muncul kurang dari 24 jam setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Blaugrana di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Arab Saudi.
Perpisahan Mendadak Usai Kekalahan di Final Piala Super Spanyol
Kekalahan di laga final yang berlangsung pada Senin dini hari WIB ini menjadi momen krusial bagi Real Madrid. Selain kehilangan trofi, kekalahan ini memperkuat dominasi Barcelona yang juga memimpin klasemen sementara LaLiga dengan keunggulan 4 poin atas Madrid.
Baca Juga
Real Madrid secara resmi menyatakan, “Dengan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, masa jabatannya sebagai pelatih tim utama secara resmi berakhir.” Pernyataan ini tertulis di situs resmi klub dan menunjukkan rasa hormat tinggi kepada Alonso atas dedikasi dan kerja kerasnya selama ini.
Statistik Kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid
Xabi Alonso baru saja memulai kiprah kepelatihannya bersama Real Madrid pada musim panas tahun lalu. Dalam kurun waktu kurang dari satu musim, ia memimpin 34 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan.
Meski terbilang singkat, masa jabatan Alonso cukup memberikan warna tersendiri bagi strategi dan permainan Madrid. Namun, tekanan besar dan hasil kurang memuaskan di laga-laga krusial menjadi faktor utama keputusan pemisahan ini.
Reaksi Klub dan Penghormatan untuk Xabi Alonso
Real Madrid menegaskan bahwa Xabi Alonso akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah klub. “Alonso adalah legenda yang mewakili nilai-nilai Real Madrid, dan klub akan selalu menjadi rumah baginya,” tulis pernyataan resmi klub.
Selain itu, Madrid juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi Alonso dan seluruh tim teknisnya, serta mendoakan agar mereka sukses dalam babak baru kariernya di masa depan.
Analisis Dampak Kepergian Alonso bagi Real Madrid
Keputusan ini tentu menimbulkan banyak perdebatan. Di satu sisi, Alonso dianggap sebagai pelatih muda dan berbakat yang belum memiliki banyak pengalaman menangani tim sebesar Madrid. Namun, di sisi lain, pemecatan terlalu cepat dapat mengganggu stabilitas tim dan perkembangan jangka panjang.
Dengan situasi saat ini, Real Madrid harus segera mencari pengganti yang mampu membawa tim kembali ke jalur kemenangan dan menyaingi dominasi Barcelona di LaLiga dan kompetisi lainnya.
Panduan Praktis: Apa Berikutnya untuk Real Madrid dan Penggemar?
- Untuk klub: Segera lakukan evaluasi mendalam dan pilih pelatih yang selaras dengan visi dan nilai klub.
- Untuk pemain: Fokus pada pemulihan mental dan kerja sama tim agar menghadapi musim yang masih panjang.
- Untuk penggemar: Tetap dukung penuh klub dan bersabar menunggu perubahan positif.
Studi Kasus: Kepelatihan Alonso dan Tantangan Pelatih Muda di Klub Besar
Kiprah Xabi Alonso di Real Madrid mengingatkan pada sejumlah pelatih muda lain yang mendapat tekanan besar saat menangani klub raksasa. Contohnya, saat Zinedine Zidane mengambil alih Madrid, ia juga menghadapi tantangan besar namun berhasil membawa kesuksesan.
Hal ini menunjukkan bahwa pelatih muda memerlukan waktu dan dukungan penuh untuk berkembang, terutama di klub-klub yang memiliki ekspektasi tinggi seperti Real Madrid.
Kepergian Alonso mungkin menjadi pelajaran penting bagi klub dalam memilih dan mendukung sosok pelatih yang tepat, agar tujuan jangka panjang dapat tercapai.




