Arsenal dan Liverpool harus puas berbagi poin setelah pertandingan keras di Stadion Emirates berakhir imbang tanpa gol. Hasil ini menjaga persaingan ketat di papan atas klasemen Premier League, dengan Arsenal masih memimpin klasemen meskipun gagal memperlebar jarak dengan para pesaingnya.
Kemenangan yang diharapkan untuk menjauh dari kejaran Manchester City rupanya tak terwujud. Arsenal, yang memegang rekor kandang sempurna musim ini, akhirnya tertahan. Liverpool, salah satu dari dua tim yang pernah mengalahkan Arsenal musim ini, tampil solid dan nyaris mencuri poin penuh melalui peluang emas Conor Bradley yang membentur mistar gawang.
Jalannya Pertandingan yang Antiklimaks
Suasana penuh antisipasi menyelimuti Stadion Emirates sebelum laga dimulai. Namun, pertarungan antara sang juara bertahan dan tim yang difavoritkan meraih gelar juara ini berakhir antiklimaks. Kedua tim terlihat kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka akibat kondisi cuaca ekstrem yang ditimbulkan oleh Badai Goretti, di mana hujan deras dan angin kencang turut mewarnai jalannya laga.
Baca Juga
Liverpool, yang sempat tertinggal dalam perburuan gelar sejak kekalahan mereka di Anfield, kini menunjukkan performa impresif dengan catatan 10 pertandingan tak terkalahkan. Performa ini semakin mengukuhkan posisi mereka di zona empat besar klasemen.
Peluang Terbuang dan Ketatnya Persaingan
Di babak pertama, Liverpool lebih banyak tertekan. Namun, mereka justru menjadi tim yang paling dekat untuk membuka keunggulan sebelum jeda. Sebuah operan dari William Saliba yang kurang cermat hampir saja mengecoh kiper David Raya. Dalam situasi bola liar tersebut, tendangan lob Conor Bradley membentur sisi bawah mistar gawang.
Babak kedua menampilkan dominasi Liverpool dalam penguasaan bola dan wilayah permainan. Namun, lini serang mereka terasa tumpul. Tiga ancaman terbesar Liverpool absen; Alexander Isak dan Hugo Ekitike mengalami cedera, sementara Mohamed Salah tengah membela negaranya di Piala Afrika.
Ketidakmampuan Arsenal untuk mencetak gol di kandang sendiri untuk pertama kalinya musim ini juga menjadi sorotan. Meskipun demikian, hasil imbang ini cukup untuk memperlebar keunggulan mereka atas Manchester City di peringkat kedua menjadi enam poin. Tiga hasil imbang berturut-turut yang dialami City membuka peluang bagi Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun.
Upaya Arteta dan Keputusan Strategis
Kurangnya daya gedor di lini depan Arsenal terlihat jelas. Tim tuan rumah hanya mampu merepotkan lini pertahanan lawan melalui kecepatan Jeremie Frimpong, namun penyelesaian akhirnya masih kurang efektif.
Dominik Szoboszlai nyaris mengulang gol indahnya dari pertemuan terakhir dengan tendangan bebas yang keras dan menukik, namun bola masih sedikit melenceng dari sasaran. Di sisi lain, Viktor Gyokeres kembali menunjukkan performa yang kurang memuaskan dan ditarik keluar oleh Mikel Arteta. Ini memperpanjang puasa golnya dari permainan terbuka menjadi sepuluh pertandingan.
Arteta berusaha mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan sejumlah pemain pengganti. Gabriel Jesus, Noni Madueke, Eberechi Eze, dan Gabriel Martinelli menjadi opsi dari bangku cadangan demi mencari gol kemenangan. Namun, baru di masa injury time babak kedua, mereka mampu melepaskan tembakan tepat sasaran melalui Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli, yang keduanya masih dapat diantisipasi oleh kiper Alisson Becker.
Satu poin yang diraih menempatkan Liverpool di posisi keempat klasemen, unggul tiga poin dari Newcastle dan Manchester United dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.




