Tujuh Perangkat Rumah Tangga Penguras Listrik, Jangan Tertipu Tombol Mati!

Author Image

Ais Nurdin

17 Januari 2026, 22:39 WIB

Banyak orang beranggapan bahwa mematikan perangkat elektronik di rumah berarti menghentikan konsumsi listrik sepenuhnya. Namun, kenyataannya tidak demikian. Sejumlah peralatan rumah tangga tetap saja menarik daya listrik meski dalam kondisi mati, terutama jika masih terhubung ke stop kontak. Fenomena yang dikenal sebagai standby power atau listrik siaga ini seringkali tanpa disadari menjadi penyebab tagihan listrik membengkak.

Fenomena listrik siaga ini ternyata menyimpan potensi pemborosan yang cukup signifikan. Akumulasi konsumsi daya dari berbagai perangkat yang dibiarkan dalam mode siaga dapat menyumbang hingga sepuluh persen dari total penggunaan listrik bulanan sebuah rumah tangga. Angka ini, jika diakumulasikan dalam jangka panjang, tentu akan terasa dampaknya pada pengeluaran bulanan.

Perangkat Penyumbang Listrik Siaga

Beberapa perangkat elektronik di rumah tangga kerap menjadi “biang kerok” utama pemborosan listrik akibat daya siaga. Memahami kebiasaan ini dapat membantu kita mengidentifikasi dan mengatasi sumber pemborosan yang tersembunyi.

Televisi

Televisi modern, meskipun telah dimatikan melalui tombol off, sebenarnya tidak benar-benar mati total. Sistem siaga yang memungkinkan penggunaan remot kontrol dan pembaruan perangkat secara otomatis membuat televisi tetap menyedot daya listrik dalam jumlah tertentu.

Charger Handphone

Kebiasaan membiarkan charger ponsel menancap ke stop kontak, meskipun tidak sedang digunakan untuk mengisi daya, tetap mengakibatkan tarikan arus listrik. Hal ini seringkali dianggap remeh, padahal dampaknya jika diakumulasikan bisa cukup berarti.

Set Top Box

Peralatan seperti set top box dan dekoder TV hampir selalu berada dalam mode siaga (standby). Akibatnya, aliran listrik terus mengalir meskipun televisi yang terhubung tidak sedang dinyalakan.

Mesin Cuci Digital

Mesin cuci dengan panel digital pun masih membutuhkan asupan listrik untuk menjaga sistem dan indikatornya tetap aktif. Kebutuhan daya ini terus berjalan meskipun mesin cuci tidak sedang beroperasi mencuci.

Microwave

Keberadaan jam digital pada microwave membuat perangkat ini terus mengonsumsi daya listrik, bahkan ketika tidak sedang digunakan untuk memasak. Jam digital memerlukan daya agar waktu terus berjalan.

Speaker Aktif

Speaker aktif dan sistem sound system akan terus menyedot listrik selama masih terhubung dengan sumber daya. Kondisi ini berlaku meskipun perangkat tersebut tidak sedang mengeluarkan suara atau digunakan.

AC (Air Conditioner)

Unit AC yang dilengkapi dengan remot kontrol tidak sepenuhnya mati ketika dimatikan melalui remot. Sistem sensor dan penerima sinyal pada AC tetap aktif, membutuhkan daya listrik untuk mendeteksi perintah selanjutnya.

Dampak Konsumsi Listrik Siaga

Akumulasi konsumsi daya dari perangkat-perangkat yang berada dalam mode siaga ini tidak bisa dianggap remeh. Fenomena ini dapat menyumbang hingga 10 persen dari total penggunaan listrik bulanan sebuah rumah tangga. Dalam jangka panjang, angka ini tentu akan terasa memberatkan pada pengeluaran bulanan.

Cara Sederhana Menghindari Pemborosan Listrik Siaga

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghindari pemborosan listrik akibat daya siaga ini. Kebiasaan kecil namun konsisten dapat memberikan dampak signifikan pada penghematan tagihan listrik.

  • Cabut steker perangkat yang tidak digunakan.
  • Gunakan stop kontak yang dilengkapi saklar untuk memudahkan pemutusan aliran listrik.
  • Matikan aliran listrik secara keseluruhan sebelum tidur atau saat meninggalkan rumah dalam waktu lama.
  • Saat membeli perangkat elektronik, pertimbangkan untuk memilih produk yang memiliki fitur hemat energi.
  • Dengan menerapkan kebiasaan sederhana tersebut, pemborosan listrik akibat perangkat yang tampak mati namun tetap mengonsumsi daya dapat diminimalisir. Hal ini akan membantu menjaga tagihan listrik tetap terkendali.

    Related Post