Musk vs Apple: Perang AI di App Store Memanas

Author Image

Ais Nurdin

15 Januari 2026, 19:23 WIB

Elon Musk, sosok kontroversial di dunia teknologi, kembali membuat geger. Kali ini, ia mengumumkan rencana perusahaan kecerdasan artifisial (AI) miliknya, xAI, untuk menggugat raksasa teknologi Apple. Tuduhan Musk cukup serius: Apple dituding melakukan manipulasi peringkat di layanan App Store untuk menguntungkan aplikasi AI pesaing xAI.

Keputusan ini muncul setelah Musk mengunggah serangkaian pernyataan di platform X (sebelumnya Twitter) pada Senin malam. Ia mengklaim Apple telah “bermain curang” dengan tidak memasukkan chatbot Grok, produk dari X dan xAI, ke dalam daftar aplikasi iOS yang direkomendasikan di App Store. Musk merasa tidak punya pilihan selain mengambil jalur hukum atas masalah ini, menunjukkan betapa seriusnya ia memandang situasi ini.

Alasan Gugatan: Dugaan Praktik Antimonopoli

Penilaian Elon Musk

Musk secara blak-blakan menuduh Apple melakukan praktik antimonopoli. Ia mengklaim bahwa perilaku Apple membuat “mustahil bagi perusahaan AI manapun selain OpenAI untuk mencapai posisi #1 di App Store.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Musk melihat adanya upaya sistematis dari Apple untuk menghambat kompetisi di pasar aplikasi AI.

Musk mempertanyakan keputusan Apple yang tidak menampilkan aplikasi Grok dan X di bagian “Wajib Punya”. Ia menekankan bahwa X adalah aplikasi berita nomor satu di dunia dan Grok berada di peringkat kelima di antara semua aplikasi. Pertanyaan ini menunjukkan ketidakpuasan Musk terhadap perlakuan Apple terhadap produk-produknya.

Respons Apple

Pihak Apple, melalui juru bicaranya, memberikan tanggapan yang menenangkan. Mereka menegaskan bahwa App Store dirancang untuk adil dan bebas dari bias. Juru bicara tersebut menjelaskan bahwa Apple menggunakan kriteria objektif dalam menampilkan aplikasi, termasuk rekomendasi algoritmik dan daftar kurasi yang dibuat oleh para ahli.

Posisi Grok di App Store

Meskipun Musk mengklaim adanya manipulasi, data menunjukkan bahwa persaingan di App Store sangat ketat. Berdasarkan laporan, ChatGPT masih memimpin daftar aplikasi gratis di iPhone wilayah Amerika Serikat. Sementara itu, Grok berada di posisi keenam. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada persaingan, aplikasi Grok masih memiliki tempat di pasar.

Penting untuk dicatat bahwa pada Januari 2025, aplikasi DeepSeek AI dari China sempat mengungguli ChatGPT dan berada di peringkat teratas App Store. Hal ini menunjukkan dinamika persaingan yang tinggi di pasar aplikasi AI.

Riwayat Perseteruan Musk dengan Apple dan OpenAI

Perseteruan antara Musk dan Apple bukanlah hal baru. Ini mencerminkan hubungan yang kompleks antara kedua perusahaan. Ketegangan antara Musk, Apple, dan OpenAI memiliki sejarah panjang.

Keterlibatan Musk di OpenAI

Sebagai salah satu pendiri awal OpenAI, Musk pernah terlibat dalam perselisihan dengan perusahaan tersebut. Ia melayangkan gugatan hukum dan mengajukan tawaran akuisisi yang ditolak setelah ia mengkritik perubahan arah OpenAI menjadi perusahaan yang berorientasi profit.

Dampak Kemitraan Apple dan OpenAI

Ketegangan kembali meningkat setelah Apple menjalin kemitraan dengan OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke perangkat iPhone, iPad, dan Mac. Musk bahkan sempat mengancam akan melarang penggunaan perangkat Apple di perusahaannya jika teknologi OpenAI terintegrasi langsung ke sistem operasi Apple.

Gugatan xAI terhadap Apple ini menjadi babak baru dalam persaingan ketat di industri teknologi AI. Dengan klaim manipulasi peringkat App Store, Musk menantang praktik bisnis Apple dan berpotensi membuka diskusi yang lebih luas tentang persaingan sehat di pasar aplikasi. Apakah gugatan ini akan berhasil atau tidak, yang jelas, perseteruan ini akan terus menjadi sorotan di dunia teknologi.

Related Post