Industri smartphone global terus bergejolak dengan inovasi tiada henti. Pada tahun 2026, kecerdasan buatan atau AI diprediksi akan menjadi jantung setiap perangkat pintar, mendorong produsen berlomba-lomba menyematkan fitur AI canggih sebagai daya tarik utama bagi konsumen.
Namun, di tengah gelombang dominasi AI tersebut, salah satu raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, justru mengambil langkah yang berbeda dan berani. Mereka memilih untuk melawan arus, mengalihkan fokus utama inovasinya ke sektor perangkat keras (hardware) ketimbang mengikuti tren AI secara membabi buta.
Strategi unik ini ditegaskan langsung oleh Angus Ng, Director of Communications and Public Relations Xiaomi. Menurutnya, perusahaan secara sengaja menempatkan pengembangan hardware sebagai prioritas tertinggi. Khususnya, fokus mereka tertuju pada peningkatan kapabilitas kamera, komponen krusial yang sering menjadi penentu utama keputusan pembelian pengguna smartphone.
Baca Juga




