Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Jaringan 5G Sambut Idul Fitri di 1.500 Titik Jakarta.

Author Image

Ais Nurdin

16 Januari 2026, 11:50 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Outer Jakarta menargetkan penambahan hingga 1.500 site jaringan 5G di wilayah outer Jakarta, Tangerang Selatan, Tangerang, dan Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk mendukung peningkatan aktivitas pelanggan selama periode Natal, Tahun Baru, hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Saat ini, IOH telah mengoperasikan sekitar 800 lebih site jaringan 5G. Target penambahan ini akan terus dilakukan hingga akhir tahun dan menjelang Lebaran. “Target kami hingga 1.500 site 5G, dan untuk Jakarta Raya tentu jumlahnya lebih besar. Saat ini yang sudah aktif sekitar 800-an, dan akan terus ditambah sampai akhir tahun dan menjelang Lebaran,” ujar SVP Head of Region Outer Jakarta Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Danari, dalam konferensi pers di Tangerang, Senin (22/12).

Tahun ini menandai lonjakan signifikan dalam pembangunan infrastruktur 5G IOH. “Bedanya dengan tahun lalu, tahun ini kami sudah meluncurkan lebih dari 800 site jaringan 5G. Tahun lalu belum ada,” papar Eric.

Keputusan untuk memperluas jaringan 5G didasari oleh keunggulan teknologi ini. 5G menawarkan kecepatan yang lebih tinggi, latensi yang lebih rendah, serta stabilitas koneksi yang lebih baik. Keunggulan inilah yang menjadi nilai tawar utama IOH, terutama bagi segmen pelanggan yang sangat bergantung pada konektivitas stabil.

“Mengapa 5G? Eric menjelaskan karena memang secara teknologi 5G itu lebih cepat, latensi atau jeda dalam suatu sistem yang lebih rendah dan lebih stabil. Itu yang kami tawarkan, terutama ke segmen-segmen yang sangat bergantung pada koneksi stabil,” tegasnya.

Meskipun mayoritas ponsel yang beredar di Indonesia saat ini sudah mendukung jaringan 5G, tingkat pemanfaatan masih tergolong rendah. Banyak perangkat yang sudah mampu, namun belum diaktifkan oleh penggunanya. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan edukasi lebih lanjut mengenai cara aktivasi dan manfaat 5G.

“Lebih lanjut, sebagian besar ponsel dengan berbasis jaringan 5G yang digunakan di Indonesia sebetulnya sudah banyak. Namun masih minim yang menggunakannya. Banyak yang sebenarnya sudah punya, tapi belum di-setting. Ada yang otomatis, ada juga yang masih harus manual. Jadi ini juga soal edukasi,” tutur Eric.

Data internal IOH menunjukkan bahwa dari seluruh pengguna yang memiliki ponsel 5G, baru sekitar 15 persen yang benar-benar mengaktifkan fitur 5G. “Data kami menunjukkan, dari pengguna yang HP-nya sudah 5G, baru sekitar 15 persen yang benar-benar mengaktifkan 5G,” jelasnya.

Perkembangan teknologi telekomunikasi memang terus bergerak ke arah 5G. Evolusi dari 2G, 3G, 4G, hingga 5G menunjukkan tren peningkatan kapasitas dan kualitas layanan. Dengan semakin banyaknya perangkat baru yang mendukung 5G, termasuk dari segmen kelas menengah, adopsi teknologi ini diprediksi akan terus meningkat.

“Eric menambahkan, kalau perkembangan teknologi memang ke arah 5G. Dari 2G, 3G, 4G, hingga 5G, semuanya terus berevolusi. Saat ini, banyak perangkat baru, termasuk kelas menengah sudah mendukung 5G. Dengan efisiensi spektrum yang lebih baik, 5G mampu melayani lebih banyak pengguna dengan kualitas yang lebih tinggi,” tuturnya.

Eric memprediksi ekosistem 5G akan semakin berkembang pesat, baik dari sisi operator maupun produsen perangkat. Inovasi di bidang ini juga terus berlanjut, bahkan pengembangan teknologi 6G sudah mulai dilakukan di laboratorium bersama mitra strategis seperti Nokia, Huawei, dan Ericsson, meskipun belum bersifat komersial.

“Eric menilai, ekosistem 5G akan semakin luas, baik dari sisi operator maupun perangkat. Bahkan saat ini pengembangan 6G sudah mulai dilakukan di laboratorium bersama mitra seperti Nokia, Huawei, dan Ericsson, meski belum bersifat komersial,” tegasnya.

Related Post