Dell akhirnya mengakui adanya kekeliruan dalam strategi penamaan lini produk laptopnya yang berujung pada keputusan menghidupkan kembali merek legendaris XPS. Pengakuan ini datang langsung dari Chief Operating Officer (COO) Dell, Jeff Clarke, menjelang gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026.
Keputusan Dell untuk menanggalkan nama XPS dan menggantinya dengan label ‘Premium’ ternyata tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Alih-alih menyederhanakan pilihan produk bagi konsumen, kebijakan ini justru menimbulkan kebingungan di pasar. Selama bertahun-tahun, XPS telah identik dengan laptop Windows kelas atas, menawarkan desain premium yang berpadu dengan performa mumpuni, menjadikannya pilihan utama dalam berbagai rekomendasi.
Dell menyadari bahwa label ‘Premium’ tidak mampu menandingi daya tarik dan nilai historis yang melekat pada merek XPS. Label tersebut dinilai terlalu umum dan tidak memiliki resonansi emosional dengan para pelanggan setia yang telah lama mengapresiasi kualitas seri XPS.
Baca Juga
Situasi semakin kompleks ketika Dell juga memperkenalkan lini ‘Pro’ dan ‘Pro Max’ yang ditujukan khusus untuk segmen bisnis. Hal ini turut menambah kebingungan, dengan banyak konsumen umum yang keliru menganggap perangkat tersebut setara dengan produk unggulan untuk segmen konsumen.
Di sisi lain, Dell juga melakukan pemangkasan pada sejumlah model entry-level dan produk dengan harga terjangkau. Kondisi ini membuat konsumen terpaksa memilih antara perangkat kelas menengah yang harganya lebih mahal atau menunggu pembaruan produk yang signifikan.
Menghadapi berbagai kritik dan analisis pasar, Dell memutuskan untuk kembali ke strategi awal yang terbukti sukses. Mulai tahun 2026, merek XPS dipastikan akan kembali hadir dengan jajaran produk yang lebih lengkap, menjadi portofolio PC terluas yang pernah dimiliki Dell.
Generasi terbaru XPS 13 diklaim akan menjadi model paling tipis dan ringan dalam sejarah seri tersebut. Sementara itu, XPS 14 dan XPS 16 akan mendapatkan pembaruan desain yang signifikan serta peningkatan performa menyeluruh.
Menanggapi keluhan pengguna, Dell juga dipastikan akan mengembalikan beberapa fitur yang sebelumnya menuai kritik. Touchpad terpisah dan tombol fungsi fisik yang lebih tradisional akan kembali hadir, sementara fitur kapasitif yang dianggap kurang memuaskan oleh sebagian pengguna akan dihilangkan.
Dengan melakukan perbaikan internal dan penataan ulang merek yang cermat, Dell berupaya untuk mengatasi kebingungan yang terjadi di pasar. Kembalinya XPS sebagai merek utama untuk segmen konsumen diharapkan dapat mendorong kebangkitan besar lini produk legendaris ini di tahun 2026.




