Dunia kreator digital Indonesia kembali diramaikan dengan tren baru yang unik: kreator AI bergaya klasik ala zaman kerajaan. Berbeda dari konten AI futuristik yang cenderung mendominasi, tren ini justru mengangkat nuansa bahasa, estetika, serta filosofi kerajaan Nusantara ke dalam karya-karya yang berbasis kecerdasan buatan.
Perpaduan antara teknologi modern dan nilai-nilai klasik ini menghadirkan warna baru dalam ekosistem konten digital. Selain itu, tren ini juga memperluas cara publik memandang pemanfaatan AI, menunjukkan potensinya yang beragam dan tak terduga.
Mengusung Persona Kerajaan sebagai Identitas Konten
Salah satu ciri khas utama dari kreator AI klasik adalah penggunaan persona yang khas kerajaan. Persona ini bisa beragam, mulai dari juru tulis istana, empu, pandita, dalang keraton, hingga pujangga raja. Persona tersebut menjadi identitas utama yang membedakan satu kreator dengan kreator lainnya.
Baca Juga
Dengan persona yang konsisten, konten yang dihasilkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membangun narasi yang berkelanjutan. Hal ini menciptakan pengalaman seperti membaca kisah-kisah dalam naskah kuno, memberikan kedalaman pada setiap karya.
Bahasa Klasik Menjadi Daya Tarik Utama
Bahasa memegang peranan penting dalam tren ini. Kreator AI klasik umumnya menggunakan Bahasa Indonesia baku dengan sentuhan istilah-istilah klasik. Kata-kata seperti “tatikala”, “adapun”, “maka”, “sabda”, dan “titah” seringkali disematkan untuk memperkaya nuansa.
Meskipun bernuansa kuno, penyampaian bahasa ini tetap disesuaikan dengan konteks masa kini. Tujuannya adalah agar audiens dapat memahami pesan yang disampaikan dengan mudah. Pendekatan ini membuat pesan moral dan kritik sosial terasa lebih halus, namun tetap relevan dengan kehidupan saat ini.
AI Dimanfaatkan sebagai Alat Bantu Kreatif
Dalam praktiknya, kecerdasan buatan (AI) digunakan sebagai alat bantu untuk mengembangkan narasi. AI tidak menggantikan peran kreator sepenuhnya, melainkan menjadi mitra dalam proses kreatif.
AI dimanfaatkan untuk menulis kisah fiktif kerajaan, menyusun petuah-petuah bijak dari tokoh empu, hingga menciptakan alegori sosial. Alegori ini bertujuan untuk mengaitkan fenomena modern dengan nilai-nilai klasik yang telah ada.
Dengan prompt yang tepat, AI mampu menghasilkan konten bernuansa sastra dan filosofi yang mendalam. Konten-konten ini kemudian dikurasi dan disempurnakan kembali oleh kreator.
Estetika Kerajaan Memperkuat Karakter Visual
Bagi kreator yang beroperasi di platform visual seperti Instagram, TikTok, atau YouTube, estetika menjadi kunci utama. Penggunaan elemen visual yang khas kerajaan sangat penting untuk memperkuat karakter visual konten.
Ilustrasi wayang, relief candi, ornamen-ornamen keraton, serta dominasi warna-warna seperti emas, cokelat tua, dan merah marun kerap digunakan. Kombinasi ini berhasil menciptakan kesan klasik yang kuat.
Tak jarang, konten video juga dipadukan dengan alunan musik gamelan atau instrumen tradisional lainnya. Hal ini semakin menambah atmosfer kerajaan yang otentik pada setiap karya.
Dinilai Punya Audiens Loyal
Meskipun tergolong niche atau segmen pasar yang spesifik, tren kreator AI klasik dinilai memiliki potensi audiens yang loyal. Konten semacam ini cenderung diminati oleh mereka yang memiliki apresiasi terhadap sastra dan budaya.
Selain itu, generasi muda yang mencari konten berbeda dari arus utama juga tertarik pada tren ini. Konsistensi tema dan kualitas narasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan keterikatan audiens.
Perpaduan Masa Lalu dan Masa Depan
Tren kreator AI klasik menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus tampil modern dan futuristik. Dengan sentuhan budaya dan kearifan lokal, AI justru bisa menjadi medium yang efektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai lama.
Hal ini dilakukan dalam kemasan yang baru dan relevan dengan zaman. Fenomena ini sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas digital terus berkembang dan mampu menemukan bentuk-bentuk baru yang tak terduga.
Terus ikuti perkembangan tren kreator digital dan teknologi AI terbaru hanya di kanal ini. Jangan lewatkan inovasi unik yang menggabungkan kekayaan budaya dengan kemajuan teknologi masa depan.




