Tim bola basket putra Universitas Semarang (USM) kembali membuktikan dominasinya dalam ajang Soegijapranata Basketball League (SBL) 2026. Dalam partai final yang sengit, USM berhasil menaklukkan UKSW Salatiga dengan skor akhir 67-61. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan gelar juara bagi USM, tetapi juga menandai rekor lima kali berturut-turut mereka meraih podium tertinggi di SBL.
Prestasi luar biasa ini menegaskan konsistensi dan kualitas pembinaan olahraga basket di lingkungan kampus USM. Sejak awal pertandingan, tim putra USM langsung mengambil inisiatif serangan. Kemampuan mereka dalam mengeksekusi tembakan tiga angka menjadi pembeda krusial yang membawa keunggulan poin sejak kuarter pertama.
Keunggulan tersebut mampu mereka pertahankan hingga akhir pertandingan, meskipun UKSW Salatiga sempat memberikan perlawanan yang sengit. Sebelum melaju ke babak final, USM telah menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan Udinus 81-59. Di laga selanjutnya, mereka berhasil mengatasi STIKESNAS melalui skor ketat 84-78. Puncaknya, di semifinal, USM kembali menunjukkan taringnya dengan menundukkan tuan rumah Unika Soegijapranata dengan skor 80-70.
Baca Juga
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan USM, Haslina, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian gemilang tim basket putra tersebut. Ia menekankan bahwa lima gelar juara beruntun ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras atlet, dedikasi pelatih, serta dukungan penuh dari pihak kampus.
“Lima gelar beruntun tentu bukan sesuatu yang instan. Ini hasil kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan kampus,” ujar Haslina di Semarang, Kamis (19/2026).
Ia menambahkan, prestasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya di USM. Kampus, tegasnya, memiliki komitmen kuat untuk mendukung pengembangan berbagai cabang olahraga, termasuk basket.
Pembina UKM Basket USM, Ahmad Isy’abul Izzi, menyoroti peran vital kekompakan dan mental bertanding tim dalam laga final. Menurutnya, konsistensi dan kedisiplinan dalam menjalankan strategi menjadi kunci utama kesuksesan.
“Di final, mental bertanding cukup menentukan. Pemain tetap tenang saat lawan mencoba mengejar ketertinggalan,” jelasnya.
Ketua UKM Basket USM, Mohammad Harry Reformasi, menambahkan bahwa evaluasi rutin pasca-pertandingan merupakan salah satu pilar keberhasilan tim. Mekanisme ini memungkinkan identifikasi kekurangan yang kemudian menjadi fokus perbaikan.
“Setiap selesai pertandingan kami lakukan evaluasi. Dari situ kami mengetahui kekurangan yang harus dibenahi. Alhamdulillah, proses tersebut membawa hasil maksimal,” tuturnya.
Kompetisi SBL 2026 sendiri diikuti oleh puluhan tim pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Ajang ini berperan penting sebagai sarana pembinaan dan tolok ukur perkembangan olahraga basket di tingkat pelajar dan perguruan tinggi di wilayah tersebut.




