Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah berkomitmen untuk terus menggenjot prestasi atletnya. Hal ini dibuktikan melalui proses seleksi atlet yang dilakukan secara komprehensif dan ketat. Langkah ini merupakan fondasi penting untuk mengukir prestasi lebih gemilang di berbagai kejuaraan maupun kompetisi, baik tingkat regional maupun internasional.
Tahun 2025 menjadi saksi bisu keberhasilan sejumlah taekwondoin Jawa Tengah yang berhasil meraih berbagai prestasi membanggakan. Capaian gemilang tersebut di antaranya datang dari ajang SEA Games Thailand 2025, PON Beladiri Kudus 2025, dan Popnas 2025.
Ketua Harian TI Jawa Tengah, Kolonel Inf Lukman Hakim, menyatakan bahwa torehan prestasi tersebut menjadi pijakan awal yang krusial. Pijakan ini akan menjadi modal berharga dalam menghadapi babak kualifikasi PON XXII yang dijadwalkan bergulir pada tahun 2027 mendatang.
Baca Juga
Kolonel Inf Lukman Hakim mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian para atlet taekwondo Jawa Tengah. Ia meyakini bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai gudang atlet berkualitas.
“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh atlet-atlet taekwondo Jawa Tengah, kami yakin Jawa Tengah adalah gudangnya atlet. Prestasi yang diraih lalu, menjadi modal menghadapi ajang yang lebih besar,” tutur Lukman.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela acara penyerahan tali asih kepada atlet berprestasi yang diselenggarakan di Gedung PGRI Kabupaten Ungaran, pada Sabtu (21/2/2026) malam.
Pemberian tali asih ini menjadi wujud nyata kepedulian dan perhatian Pengprov TI Jawa Tengah kepada para atlet yang telah mengharumkan nama provinsi ini di kancah kompetisi.
Namun, Lukman mengingatkan agar capaian ini tidak membuat terlena. Ia menekankan pentingnya untuk tetap waspada dan terus meningkatkan intensitas latihan mengingat persaingan yang akan semakin ketat di masa mendatang.
Ia juga menyoroti usia para atlet berprestasi yang umumnya masih sangat muda, menandakan potensi besar untuk terus berkembang. Kolonel Inf Lukman Hakim saat ini juga menjabat sebagai Danrem 071/Wijayakusuma.
Sebanyak 41 taekwondoin beserta enam pelatih mendapatkan apresiasi berupa tali asih dari Pengprov TI Jawa Tengah dengan total nilai mencapai Rp 150 juta.
Selain itu, penyerahan bantuan juga diberikan kepada TI Wonogiri berupa satu set matras. Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Lebih lanjut, Lukman menegaskan kembali bahwa tali asih ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus kepedulian dari pihaknya.
“Semoga atlet semakin termotivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi. Sekali lagi, ini baru langkah awal, kami harus bersiap menghadapi babak kualifikasi PON XXII,” tuturnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut memberikan arahan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah serta pengurus KONI di tingkat kabupaten/kota. Ia juga mengimbau seluruh pengurus cabang olahraga untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para atletnya.
Tujuannya adalah untuk mencegah para atlet berprestasi pindah ke provinsi lain, sehingga potensi daerah dapat terus terjaga dan berkembang.
“Pemerintah, berkomitmen mendukung pengembangan olahraga. Hal ini sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Komitmen itu dilakukan dengan cara penguatan pembinaan berjenjang, peningkatan sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran,” tandas gubernur.




