Barcelona berhasil mempertahankan gelar juara Piala Super Spanyol 2026 setelah menaklukkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor tipis 3-2. Pertandingan yang berlangsung di King Abdullah Sport City, Jeddah, pada Senin dini hari (12/1/2026 WIB) ini menyuguhkan duel penuh tensi dan aksi seru dari kedua tim.
Babak pertama diwarnai dengan saling balas gol. Barcelona sempat unggul dua kali melalui Raphinha dan Robert Lewandowski, namun Real Madrid selalu berhasil menyamakan kedudukan lewat Gonzalo Garcia dan Vinicius Junior. Pada babak kedua, Raphinha kembali menunjukkan ketajamannya dan menjadi penentu kemenangan Los Cules.
Jalannya Pertandingan yang Menegangkan
Sejak menit awal, kedua tim menunjukkan permainan agresif dan menekan. Real Madrid mendapat peluang pertama pada menit ke-14 melalui Vinicius Junior yang nyaris membobol gawang Joan Garcia. Namun, kiper Barcelona tersebut tampil sigap menjaga gawangnya tetap aman.
Baca Juga
Barcelona mulai membalas dengan serangan-serangan berbahaya, salah satunya melalui Raphinha yang beberapa kali mengancam pertahanan Madrid. Pada menit ke-36, Raphinha berhasil membawa Barcelona unggul 1-0 setelah melewati Aurelien Tchouameni dan melepaskan tembakan ke pojok bawah gawang Courtois.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sebentar karena Vinicius Junior menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada masa injury time babak pertama. Tidak lama kemudian, Robert Lewandowski kembali membawa Barcelona unggul 2-1 dengan tembakan cerdik melewati Courtois.
Real Madrid tidak menyerah dan berhasil menyamakan skor 2-2 lewat gol Gonzalo Garcia pada menit terakhir babak pertama. Gol tersebut tercipta setelah kemelut di kotak penalti yang memudahkan Garcia menyambar bola liar.
Babak Kedua: Ketegangan dan Gol Penentu
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin tinggi dengan jual beli serangan dari kedua tim. Vinicius Junior kembali mengancam gawang Barcelona, namun pertahanan dan kiper Joan Garcia tetap tangguh.
Pada menit ke-73, Raphinha mencetak gol ketiga bagi Barcelona yang sekaligus menjadi gol kemenangan. Tendangan pemain asal Brasil tersebut sempat membentur Raul Asencio sebelum melambung melewati Courtois dan masuk ke gawang Madrid.
Meskipun Barcelona harus kehilangan Frenkie de Jong akibat kartu merah pada masa injury time setelah tekel keras kepada Kylian Mbappe, Los Cules mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Susunan Pemain dan Formasi
Barcelona menurunkan formasi andalan dengan Joan Garcia sebagai kiper utama, didukung oleh Alejandro Balde, Eric Garcia, Pau Cubarsi, dan Jules Kounde di lini belakang. Penguasaan tengah dikendalikan oleh Pedri dan Frenkie de Jong, sementara lini depan diisi Raphinha, Fermin Lopez, Lamine Yamal, dan Robert Lewandowski.
Sementara itu, Real Madrid mengandalkan Thibaut Courtois di bawah mistar, dengan Alvaro Carreras, Dean Huijsen, Raul Asencio, dan Federico Valverde sebagai benteng pertahanan. Lini tengah diisi Jude Bellingham, Aurelien Tchouameni, dan Eduardo Camavinga, serta trio depan Vinicius Junior, Gonzalo Garcia, dan Rodrygo.
Analisis Kunci dan Implikasi Kemenangan
Kemenangan Barcelona dalam laga ini menunjukkan kekuatan dan kedalaman skuad mereka, terutama dengan peran penting Raphinha yang mencetak dua gol penentu. Duel sengit ini juga memperlihatkan rivalitas klasik yang selalu menarik perhatian penggemar sepak bola dunia.
Untuk Real Madrid, hasil ini menjadi evaluasi penting dalam mempertajam koordinasi lini pertahanan dan efektivitas penyelesaian akhir. Kedua tim diprediksi akan terus bersaing ketat di kompetisi domestik dan Eropa musim ini.
Panduan Praktis Menikmati El Clasico
- Siapkan waktu untuk menonton pertandingan secara langsung agar mendapatkan pengalaman penuh atmosfer El Clasico.
- Ikuti perkembangan terbaru dari kedua tim melalui media sosial resmi dan situs berita olahraga tepercaya.
- Perhatikan susunan pemain dan strategi yang digunakan untuk memahami dinamika pertandingan.
Studi Kasus: Pengaruh Raphinha dalam Kemenangan Barcelona
Raphinha menjadi sosok kunci dalam keberhasilan Barcelona mempertahankan gelar Piala Super Spanyol. Dengan kecepatan dan teknik individu yang mumpuni, ia mampu menembus pertahanan Madrid berkali-kali dan mencetak brace, termasuk gol kemenangan di babak kedua.
Performa gemilang Raphinha ini menunjukkan betapa pentingnya pemain sayap yang kreatif dan cepat dalam strategi menyerang Barcelona. Keberhasilan ini juga menegaskan strategi pelatih dalam memaksimalkan potensi pemain muda dan bintang baru untuk menghadapi rival sekelas Real Madrid.




