Klub raksasa Serie A, AS Roma, dilaporkan siap meramaikan persaingan ketat demi mendapatkan tanda tangan Alejandro Garnacho pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ambisius dari klub berjuluk I Giallorossi tersebut pertama kali diembuskan oleh laporan media Bola. Kehadiran sang pemain diharapkan mampu memberikan dimensi baru sekaligus menambah daya gedor di lini penyerangan tim serigala ibu kota.
Kendati ketertarikan AS Roma sudah terlihat sangat nyata, saat ini dilaporkan masih terdapat perbedaan laporan yang cukup signifikan mengenai skema transfer yang akan ditempuh. Beberapa pihak menyebutkan adanya opsi pinjaman dengan klausul pembelian, sementara yang lain mengeklaim kesepakatan transfer secara permanen sedang digodok demi memuluskan perpindahan sang pemain dari Stamford Bridge menuju Stadion Olimpico.
Hampir Menuju Italia Sebelum Memilih Chelsea
Petualangan Alejandro Garnacho di kancah sepak bola Italia sebenarnya nyaris terwujud pada tahun lalu. Sebelum dirinya memutuskan masa depannya di Inggris, sang pemain sempat menjalani negosiasi tingkat lanjut yang sangat intensif dengan salah satu rival AS Roma di Serie A, yakni Napoli. Pada saat itu, banyak pihak meyakini bahwa kesepakatan personal sudah sangat dekat untuk dicapai.
Namun, dalam sebuah tikungan tajam di bursa transfer, sang pemain akhirnya memutuskan untuk membatalkan niatnya menjajal atmosfer sepak bola Italia. Ia memilih untuk meninggalkan klub lamanya, Manchester United, dan mengambil langkah berani dengan bergabung bersama Chelsea. Nilai mahar yang harus ditebus oleh kubu The Blues saat itu terbilang sangat besar, yakni mencapai angka 46,2 juta euro.
Karier yang Belum Memenuhi Ekspektasi di Stamford Bridge
Meski ditebus dengan nilai transfer yang sangat fantastis, perjalanan karier sang penyerang di Stamford Bridge ternyata belum berjalan sesuai dengan harapan awal. Ekspektasi tinggi yang disematkan di pundak pemain asal Argentina tersebut masih belum mampu diwujudkan secara konsisten dalam penampilannya di lapangan hijau di bawah asuhan tim asal London Barat tersebut.
Jika menilik catatan statistiknya bersama Chelsea, ia sebenarnya telah dipercaya untuk tampil dalam 43 pertandingan di semua kompetisi yang diikuti klub. Dari keseluruhan laga tersebut, pemain lincah ini berhasil mencatatkan kontribusi berupa delapan gol dan menyumbangkan empat assist untuk rekan-rekan setimnya. Namun, performa tersebut dinilai belum cukup untuk mengunci posisi utama di dalam skuad utama The Blues.
Masalah utama yang dihadapi sang pemain adalah minimnya kesempatan untuk bermain sejak menit pertama pertandingan. Tercatat, dari 43 penampilan yang telah ia jalani, ia hanya dipercaya sebanyak 22 kali tampil sebagai starter oleh sang manajer. Sisa pertandingan lainnya harus ia mulai dari bangku cadangan, sebuah situasi yang tentu kurang memuaskan bagi pemain muda potensial yang membutuhkan menit bermain reguler.
Masuk Daftar Jual dan Tidak Masuk Rencana Jangka Panjang
Menurunnya peran sang pemain di tim utama membuat manajemen Chelsea mulai mengambil langkah tegas. Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa kubu Chelsea kini telah memasukkan nama penyerang sayap ini ke dalam daftar pemain yang siap dilepas secara resmi pada bursa transfer musim panas mendatang.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi klub-klub peminat, termasuk AS Roma yang sedang mencari amunisi baru untuk memperkuat kedalaman skuad mereka. Keputusan Chelsea untuk melego sang pemain diperkuat dengan laporan yang menyatakan bahwa klub London tersebut tidak lagi memasukkan dirinya ke dalam rencana proyek jangka panjang tim untuk musim-musim mendatang.
“Perjalanan karier sang pemain bersama Chelsea tampaknya akan segera berakhir menyusul keputusan klub untuk tidak lagi menyertakannya dalam visi masa depan jangka panjang mereka.”
Kini, keputusan akhir berada di tangan AS Roma untuk segera merumuskan formula penawaran terbaik demi meyakinkan Chelsea dan sang pemain agar bersedia hijrah ke Serie A. Jika kesepakatan berhasil dicapai, kepindahan ini akan menjadi babak baru bagi karier pemain Argentina tersebut setelah sempat gagal mencicipi atmosfer sepak bola Italia setahun yang lalu.




