Persebaya Surabaya kini berada dalam fase krusial untuk segera bangkit dari keterpurukan setelah menelan pil pahit dalam laga terakhir mereka di kompetisi Super League. Kekalahan telak 1-5 yang diderita Bajul Ijo saat bertandang ke markas Borneo FC menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Bernardo Tavares. Hasil minor tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan sebuah sinyal bahaya yang menuntut perombakan mentalitas dan strategi sebelum mereka kembali berlaga di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada 5 April 2026 mendatang.
Kekalahan 1-5 dari Borneo FC tercatat sebagai noda hitam sekaligus kekalahan terbesar Persebaya sepanjang gelaran Super League musim ini. Pertahanan yang biasanya kokoh seketika runtuh, dan koordinasi lini tengah yang biasanya cair tampak buntu di bawah tekanan lawan. Bagi tim sebesar Persebaya yang selalu mematok target tinggi, hasil tersebut tentu menyisakan trauma kolektif yang harus segera disembuhkan. Bernardo Tavares, pelatih yang dikenal dengan ketegasannya, menyadari betul bahwa timnya tidak bisa terus-terusan meratapi nasib. Fokus utama saat ini adalah membedah setiap celah yang dimanfaatkan lawan dan memastikan bahwa kesalahan serupa tidak terulang kembali saat meladeni perlawanan Persita Tangerang.
Dalam sesi latihan pasca-pertandingan, Tavares terlihat lebih intensif memberikan instruksi kepada Bruno Moreira dan kolega. Sang pelatih tidak ingin anak asuhnya larut dalam kesedihan berkepanjangan. Ia menekankan bahwa dalam dunia sepak bola profesional, kekalahan adalah bagian dari proses pembelajaran, namun membiarkan kekalahan beruntun terjadi adalah sebuah kegagalan manajemen tim. "Semua orang merasa sedih, tetapi sekarang yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik di masa depan. Kami harus menjadi tim yang lebih baik saat melawan Persita," ujar Tavares dalam pernyataan resminya yang dikutip dari laman iLeague.
Baca Juga
Jeda libur Hari Raya Idul Fitri yang bertepatan dengan jadwal kompetisi menjadi momen krusial bagi Tavares untuk melakukan evaluasi total. Periode jeda ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pemulihan fisik pemain, tetapi juga sebagai ruang untuk konsolidasi taktik. Tavares berharap suasana kebersamaan selama libur lebaran dapat mengembalikan moral pemain yang sempat jatuh. Ia ingin skuad Bajul Ijo kembali ke lapangan dengan semangat baru, fokus yang lebih tajam, dan determinasi yang lebih kuat untuk mengamankan poin penuh di kandang.
Secara statistik, Persebaya memang masih menunjukkan performa yang fluktuatif atau ‘naik-turun’ sepanjang musim ini. Dari 25 laga yang telah dilakoni, mereka membukukan 10 kemenangan, sembilan kali hasil imbang, dan enam kali menelan kekalahan. Catatan ini menunjukkan bahwa Persebaya sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing di papan atas, namun inkonsistensi menjadi musuh utama mereka. Seringkali, saat berada di jalur kemenangan, tim seringkali tergelincir oleh hasil imbang yang tidak perlu atau kekalahan yang di luar dugaan.
Rekor pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo juga menjadi perhatian khusus. Dalam 13 laga kandang yang telah dijalani, Persebaya mencatatkan enam kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. Meskipun statistik kandang masih terbilang positif, tiga kekalahan di rumah sendiri merupakan catatan yang harus diminimalisir jika ingin tetap berada dalam jalur perebutan gelar juara. Dukungan suporter fanatik, Bonek, yang selalu memadati GBT adalah energi tambahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendominasi lawan. Namun, dominasi itu akan sia-sia jika transisi bertahan ke menyerang tidak berjalan dengan efisien.
Menghadapi Persita Tangerang pada 5 April nanti, Tavares diprediksi akan melakukan beberapa perubahan taktis. Lini belakang menjadi sorotan utama setelah kebobolan lima gol dalam satu pertandingan. Koordinasi antara bek tengah dan penjaga gawang harus lebih rapat. Selain itu, transisi lini tengah yang sempat lamban saat melawan Borneo FC harus dipercepat. Tavares kemungkinan akan memberikan instruksi khusus kepada gelandang pengatur serangan untuk lebih berani memegang bola dan memberikan umpan-umpan terobosan yang memanjakan penyerang.
Di sisi lain, Persita Tangerang bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut dikenal memiliki pertahanan yang disiplin dan serangan balik yang mematikan. Mereka seringkali menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar yang sedang dalam kondisi tidak stabil. Oleh karena itu, Tavares menuntut para pemainnya untuk bermain dengan disiplin tinggi sejak menit pertama. Ia tidak ingin melihat lagi adanya celah di lini belakang yang bisa dimanfaatkan lawan untuk melakukan serangan balik cepat.
Secara psikologis, laga melawan Persita akan menjadi ujian karakter bagi para pemain Persebaya. Apakah mereka mampu bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan telak kemarin hanyalah sebuah kecelakaan, atau justru akan semakin terpuruk jika kembali gagal meraih poin penuh. Peran pemain senior di dalam tim sangat dibutuhkan untuk membimbing pemain muda agar tetap tenang di bawah tekanan. Bruno Moreira, sebagai motor serangan, diharapkan bisa menjadi pemimpin di lapangan dengan visi bermainnya yang kreatif.
Lebih jauh lagi, manajemen Persebaya juga terus memberikan dukungan penuh kepada tim pelatih. Mereka memahami bahwa tantangan dalam kompetisi Super League sangat ketat dan setiap tim memiliki peluang yang sama untuk menang. Evaluasi terhadap performa tim tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui pendekatan psikologis. Tavares sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat detail dalam membaca permainan lawan. Ia seringkali menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video rekaman pertandingan lawan guna mencari celah kelemahan yang bisa dieksploitasi.
Bagi para suporter, harapan tentu tetap besar. Meski baru saja dihantam kekalahan memalukan, kepercayaan terhadap proses yang dibangun oleh Tavares belum sepenuhnya hilang. Mereka berharap laga kontra Persita akan menjadi titik balik bagi Persebaya untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen sementara. Kemenangan atas Persita tidak hanya akan memberikan tiga poin tambahan, tetapi juga akan mengembalikan kepercayaan diri seluruh tim yang sempat terkikis.
Dalam sepak bola, satu kemenangan besar seringkali cukup untuk mengubah nasib sebuah tim. Jika Persebaya mampu menampilkan permainan dominan dan menang meyakinkan atas Persita, narasi negatif yang berkembang pasca-kekalahan dari Borneo FC akan segera berganti menjadi optimisme. Tavares memahami bahwa waktu adalah aset yang sangat berharga. Setiap sesi latihan di sisa waktu menuju tanggal 5 April harus dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya. Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada ruang untuk keraguan.
Misi bangkit yang diusung Bernardo Tavares adalah cerminan dari semangat pantang menyerah khas Surabaya. Sejarah panjang Persebaya di kancah sepak bola nasional selalu dihiasi dengan cerita-cerita kebangkitan dari keterpurukan. Kini, tantangan tersebut ada di depan mata. Para pemain harus membuktikan bahwa mereka layak mengenakan seragam kebanggaan Bajul Ijo. Mereka harus bermain dengan hati, dengan determinasi, dan dengan rasa hormat terhadap lambang di dada.
Pada akhirnya, laga melawan Persita Tangerang bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah pertarungan harga diri bagi Persebaya Surabaya. Dengan evaluasi yang matang, taktik yang tepat, dan dukungan penuh dari suporter, Bajul Ijo diharapkan mampu keluar dari bayang-bayang kekalahan telak dan kembali menunjukkan jati diri mereka sebagai salah satu kekuatan besar yang ditakuti di Super League. Sisa musim ini masih panjang, dan peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen tetap terbuka lebar selama tim mampu menjaga konsistensi dan mentalitas pemenang di setiap pertandingan yang tersisa. Tavares telah memberikan misi, kini saatnya para pemain mengeksekusinya di atas lapangan hijau.


