Burnley, PAPANSKOR.COM — Manchester United memulai era baru tanpa Ruben Amorim dengan hasil imbang 2-2 melawan Burnley di Turf Moor pada Kamis (8/1) dini hari WIB. Pertandingan ini merupakan bagian dari pekan ke-21 Liga Inggris Premier League 2025/26.
Laga ini menandai debut Darren Fletcher sebagai pelatih sementara (caretaker) Manchester United, menyusul pemecatan Ruben Amorim oleh manajemen klub. Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan.
Pertandingan Burnley vs Manchester United berakhir dengan skor imbang 2-2. Burnley berhasil unggul melalui gol Ayden Heaven pada menit ke-13 dan tendangan keras Jaidon Anthony dari luar kotak penalti pada menit ke-66.
Baca Juga
Manchester United berhasil menyamakan kedudukan berkat dua gol dari Benjamin Sesko, yang dicetak pada menit ke-50 dan ke-60.
Di bawah arahan Fletcher, Manchester United menunjukkan perubahan taktik dengan beralih dari formasi 3-4-2-1 menjadi 4-2-3-1. Pendekatan permainan tanpa bola tim ini terlihat sedikit lebih pasif dibandingkan saat dilatih Amorim yang menekankan tekanan di garis tinggi.
Namun, saat menguasai bola, Manchester United tampil lebih dominan. Tim ini melepaskan total 24 tembakan, delapan di antaranya mengarah tepat sasaran. Meskipun demikian, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi.
Permasalahan pertahanan yang sudah terlihat sejak kepelatihan Amorim, bahkan Erik ten Hag sebelumnya, masih menghantui Setan Merah. Data FotMob menunjukkan bahwa Manchester United memiliki xG conceded (gol yang diharapkan kemasukan) sebesar 27,0.
Secara statistik, angka ini menempatkan mereka di posisi keenam terendah di liga, di atas Crystal Palace, Brentford, Fulham, dan bahkan Chelsea. Namun, realisasi gol yang bersarang di gawang mereka justru lebih tinggi.
Manchester United telah kebobolan 32 gol hingga saat ini. Angka ini lebih banyak dibandingkan Tottenham Hotspur (27 gol), Crystal Palace (23 gol), Brentford (28 gol), Fulham (30 gol), dan Chelsea (24 gol).
Fenomena ini menunjukkan bahwa Casemiro dan rekan-rekannya kerap kebobolan dalam situasi yang sebenarnya bisa dihindari, seperti gol tendangan luar kotak Jaidon Anthony yang tercipta pada pertandingan ini.
Akibatnya, Manchester United kini rata-rata kebobolan 1,5 gol per pertandingan. Statistik ini menempatkan mereka di urutan ketujuh terbanyak di liga, di bawah tim-tim seperti West Ham, Burnley, Wolverhampton Wanderers, Bournemouth, Leeds United, dan Nottingham Forest.
Dengan hasil imbang ini, Manchester United kehilangan kesempatan emas untuk menembus empat besar klasemen. Peluang ini terbuang ketika Chelsea takluk 1-2 dari Fulham, dan Liverpool belum memainkan pertandingan pekan ke-21 mereka.
Idealnya, jika Bruno Fernandes dan kawan-kawan mampu mempertahankan keunggulan 2-1 hingga akhir laga, mereka akan menggeser Liverpool dari posisi empat besar, dengan selisih gol yang lebih baik (5:4) setelah menyamai poin The Reds (34 poin).
Namun, skenario tersebut gagal terwujud. Kini, Manchester United justru harus rela turun dari peringkat enam ke posisi tujuh dengan total 32 poin dan surplus empat gol (+4).
Untuk bisa kembali ke zona Liga Champions, yang menjadi salah satu alasan pemecatan Amorim, Manchester United kini harus bersaing ketat dengan Liverpool, Brentford, Chelsea, bahkan Fulham yang mengoleksi 31 poin. Sebelumnya, mereka hanya bersaing dengan Liverpool dan Chelsea.
Hasil di Turf Moor ini, tanpa disadari, justru membuat Manchester United keluar dari zona Eropa, meskipun untuk sementara.
Perjalanan Manchester United di fase awal tanpa Amorim belum selesai. Tim asuhan Alex Ferguson ini akan menghadapi Brighton and Hove Albion pada Minggu (11/11) malam, pukul 23.30 WIB, di putaran ketiga Piala FA.
Setelah itu, mereka akan melakoni laga krusial Derby Manchester di Old Trafford pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi momen debut bagi pelatih baru Manchester United, yang kabarnya bisa saja adalah Ole Gunnar Solskjaer.




