Mastantuono Cetak Gol Debut 2026! Belmonte Bergetar, Madrid-Albacete Terhenyak

Author Image

Ais Nurdin

19 Januari 2026, 16:15 WIB

Peluit panjang yang dibunyikan di Stadion Carlos Belmonte, pada Rabu malam (15/1/2026), membelah udara dingin yang menusuk. Ribuan pasang mata tertuju pada seorang remaja berusia 18 tahun yang berlari ke sudut lapangan, wajahnya memancarkan luapan emosi yang tak terbendung.

Franco Mastantuono baru saja berhasil merobek jala gawang Albacete di sudut kanan. Gol tersebut menjadi dentuman pertama baginya di tahun 2026 dan sekaligus menjadi penentu langkah menuju perempat final Copa del Rey.

Pertandingan babak 16 besar ini telah berlangsung alot selama 45 menit pertama. Albacete Balompié, tim tuan rumah dari Divisi Segunda, menampilkan permainan penuh keberanian dengan pertahanan rapat yang berhasil meredam serangan tim tamu.

Suasana di tribun dipenuhi teriakan penyemangat untuk Los Manchegos, menciptakan tekanan psikologis yang kuat. Namun, catatan sejarah pertemuan kedua tim di piala ini selalu berpihak pada Madrid, dan hal itu mulai terasa seiring meningkatnya intensitas pertandingan.

Perubahan signifikan terjadi di babak kedua setelah pelatih Madrid, , memasukkan beberapa pemain andalan dan muda, termasuk Mastantuono. Kehadiran pemain asal Argentina ini memberikan warna baru di lini tengah Madrid. Gerakan lincah dan visi bermainnya yang tajam mulai membongkar pertahanan Albacete.

Gol yang tercipta bukanlah hasil serangan kilat, melainkan buah dari proses pembangunan serangan yang sabar. Mastantuono mengakhirinya dengan tendangan rendah yang tak mampu dijangkau oleh kiper Javi Vilar.

Sorak-sorai pendukung Madrid yang hadir di sudut stadion seketika pecah. Sementara itu, puluhan ribu suporter Albacete terdiam sejenak sebelum kembali memberikan semangat kepada tim mereka. Mereka masih menyimpan harapan untuk mengulang kejutan seperti di masa lalu.

Albacete sempat beberapa kali menciptakan ancaman serius, terutama melalui serangan balik cepat. Namun, pengalaman dan organisasi pertahanan Madrid berhasil menahan setiap upaya penyamaan kedudukan.

Pertandingan yang disiarkan langsung oleh beIN SPORTS ini akhirnya berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk kemenangan . Skor ini cukup untuk membawa melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar Copa del Rey tahun ini.

Bagi Albacete, kekalahan ini tetaplah sebuah kebanggaan. Mereka tampil tanpa beban dan memberikan perlawanan terhormat di hadapan publik sendiri, membuktikan bahwa sepak bola lebih dari sekadar kasta liga.

Namun, malam itu jelas milik Franco Mastantuono. Gol pertamanya di tahun 2026 bukan hanya sekadar angka di papan skor. Gol tersebut menjadi simbol regenerasi dan harapan baru bagi skuad Madrid.

Dalam sebuah wawancara usai pertandingan, yang dikutip oleh 365Scores, Mastantuono mengungkapkan rasa tak percayanya.

“Ini perasaan yang luar biasa, terutama di stadion yang penuh atmosfer seperti ini. Saya hanya mencoba melakukan yang terbaik untuk tim,” ujarnya dengan mata berbinar.

Di ruang konferensi pers, memuji performa timnya yang mampu mengatasi tekanan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Albacete yang telah menyajikan pertandingan menarik.

“Ini adalah tipe pertandingan yang kami butuhkan. Ketat, menantang, dan menguji karakter,” ujar Alonso, seperti dilaporkan oleh Diario AS.

“Saya senang dengan reaksi para pemain, terutama yang masuk dari bangku cadangan,” tambahnya.

Pertandingan di Belmonte ditutup dengan tepukan hangat dari kedua kubu. Para pemain Albacete disambut sebagai pahlawan oleh pendukungnya, sementara rombongan Madrid segera meninggalkan lapangan dengan satu tiket penting di tangan: tiket menuju babak selanjutnya.

Perjalanan di Copa del Rey masih panjang, tetapi sebuah nama, Franco Mastantuono, telah mengukir cerita pertamanya di tahun baru. Bagi yang menyaksikannya, baik dari tribun maupun layar kaca, momen itu menjadi pengingat bahwa di tengah sengitnya persaingan, selalu ada ruang bagi lahirnya bintang baru.

Sorotan kamera mungkin akan lebih sering tertuju padanya di masa depan, namun di sebuah malam di kota Albacete, semuanya bermula dari satu tendangan, satu gol, dan satu luapan kebahagiaan yang murni.

Related Post