Hananto Prasetyo: DAN IV Jujitsu, Bukti Tanggung Jawab Nyata di Organisasi

Author Image

Ais Nurdin

26 Februari 2026, 15:44 WIB

Seorang tokoh beladiri kebanggaan Banyumas, Dr. Drs. Hananto Prasetyo, S.H., M.M., M.H., berhasil meraih pencapaian prestisius dengan dinyatakan lulus ujian kenaikan tingkat sabuk jujitsu. Ujian yang diselenggarakan berdasarkan kurikulum dan aturan yang berlaku ini dilaksanakan di Purwokerto pada tanggal 14 Februari 2026. Dengan kerja keras dan dedikasinya, Hananto Prasetyo kini berhak menyandang predikat sabuk hitam atau DAN IV dalam cabang jujitsu.

Keberhasilan ini merupakan buah dari perjuangan panjang Hananto Prasetyo dalam mendalami seni beladiri jujitsu. Proses ujian yang diawasi langsung oleh sejumlah anggota Komisioner Dewan Guru Besar Pengurus Pusat Institut Jujitsu (PP IJI) menjadi saksi atas kompetensi yang dimilikinya. Penyematan sabuk DAN IV dilakukan oleh Ketua Dewan Guru, Drs. Heru Winoto (DAN X), didampingi oleh Sekretaris, M. Sudarno, S.E., S.H., M.H. (DAN VIII), serta disaksikan oleh Ketua Umum PP IJI, Dr. dr. Wijoyo Hadi, Sp.B., Sp.BTKV(K)., S.H., M.H.Kes.

Hananto Prasetyo mengungkapkan bahwa kelulusan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar yang harus diemban. Ia menyadari pentingnya peranannya dalam mengembangkan, menjaga, serta meningkatkan jujitsu di Jawa Tengah. Komitmen ini menjadi landasan langkahnya ke depan dalam memajukan olahraga yang digelutinya.

“Jujur saja, bagi saya bukan semata-mata lulus ujian DAN, tetapi lebih dari itu moment ini pasti memberi tugas dan tanggung jawab yang cukup berat. Saya harus mampu memberi kontribusi dalam pengembangan, menjaga prestasi dan bahkan peningkatan ini di Jateng,” ujarnya.

Pengalamannya yang luas dalam berbagai cabang olahraga beladiri seperti tinju, karate, dan muaythai, memberikan perspektif unik bagi Hananto Prasetyo dalam melihat perkembangan jujitsu. Ia mengakui bahwa jujitsu masih tergolong olahraga baru di lingkungan Komite Olahraga Nasional (KONI). Catatan sejarah menunjukkan bahwa jujitsu baru diperkenalkan dalam pertandingan eksibisi di PON XX 2021, diikuti oleh 13 provinsi. Kemudian, secara resmi dipertandingkan untuk pertama kalinya di PON XI Aceh – Sumut pada September 2024.

Prestasi signifikan Jawa Tengah dalam cabang jujitsu patut diapresiasi. Dari arena pertandingan di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diikuti oleh 14 provinsi, kontingen Jateng berhasil membawa pulang medali emas. Raihan gemilang juga ditorehkan dalam PON Beladiri yang digelar di Kudus pada Oktober tahun lalu, kembali menegaskan potensi besar Jateng dalam olahraga ini.

“Saya kira dari data itu, Jateng punya potensi untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional. Saya mencoba membantu teman-teman pengurus, walau pun mungkin sangat berat bagi saya,” katanya.

Sebagai seorang yang juga menyandang DAN V Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai, Hananto Prasetyo melihat tantangan ke depan dalam memantapkan tata kelola kinerja organisasi jujitsu di Jawa Tengah. Hal ini menjadi tantangan umum bagi organisasi olahraga baru, terutama dalam mengintegrasikan diri dengan aturan yang berlaku, termasuk sebagai anggota KONI.

Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap regulasi yang mengatur olahraga prestasi di Indonesia. Bukan hanya aturan internal organisasi seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tetapi juga aturan yang berlaku dalam naungan KONI dan bahkan Undang-Undang Keolahragaan Nasional.

“Ini bukan gagah-gagahan atau sok tahu, tetapi itulah yang harus kita patuhi, sehingga kala organisasi sudah berkembang dan mantap, tentu prestasi akan lebih mudah diraih,” tegasnya.

Mengenai aspek teknis, Hananto Prasetyo berpendapat bahwa perkembangan teknik olahraga beladiri, termasuk jujitsu, sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan . Dengan perkembangan teknik yang pesat, aturan pun turut berkembang. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya peningkatan bekal dan ilmu bagi para maupun yang terlibat dalam pembinaan prestasi di jujitsu Jawa Tengah.

“Saya belum berani banyak janji, yang penting untuk membangun jujitsu Jateng agar lebih jaya ke depan. Semua elemen olahraga ini harus bergerak sejalan dan seirama, sehingga beban yang berat akan terasa ringan jika dipikul bersama-sama,” ujarnya.

Related Post