Domino Naik Level Jadi Olahraga Prestasi, Apa Kata KONI Jateng?

Author Image

Ais Nurdin

26 Februari 2026, 15:24 WIB

Federasi Domino (Orado) Jawa Tengah berambisi menjadikan permainan kartu domino sebagai cabang prestasi yang diakui secara resmi. Upaya ini ditandai dengan pertemuan antara pengurus Orado Jawa Tengah dengan Komite Olahraga Nasional (KONI) Jawa Tengah di Kantor KONI, Kompleks GOR Jatidiri, Semarang.

Audiensi ini menjadi langkah krusial bagi Orado untuk memantapkan posisinya sebagai olahraga yang diakui negara. Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut menyangkut persyaratan yang harus dipenuhi Orado agar dapat bernaung di bawah KONI.

Wakil Ketua Umum II KONI Jawa Tengah, Dwi Yasmanto, menjelaskan bahwa Orado merupakan organisasi olahraga yang relatif baru, baru dideklarasikan di tingkat pusat pada Januari 2026. Oleh karena itu, proses untuk menjadi cabang olahraga resmi masih memerlukan tahapan administratif dan pembinaan organisasi yang matang.

“Kami menerima audiensi dari Orado yang ingin mengetahui syarat untuk bisa bergabung di bawah naungan KONI,” ujar Dwi Yasmanto usai audiensi pada Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa syarat utama mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI pusat maupun daerah. Salah satu syarat krusial adalah kepengurusan Orado harus terbentuk di minimal 50 persen plus satu dari jumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Dengan total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Orado dituntut untuk memiliki kepengurusan di sekurang-kurangnya 18 daerah. Selain itu, setiap kepengurusan di tingkat kabupaten/kota juga wajib memiliki klub binaan untuk memastikan pembinaan atlet berjalan efektif di masyarakat.

KONI Jateng mengapresiasi inisiatif Orado dalam mengangkat permainan yang sudah populer di masyarakat menjadi sebuah olahraga kompetitif. Dwi Yasmanto menilai permainan domino memiliki potensi untuk memenuhi kriteria olahraga prestasi.

“Permainan domino ini sudah memasyarakat. Dalam praktiknya juga membutuhkan konsentrasi dan ketahanan fisik saat berada di bawah tekanan. Itu bisa menjadi indikator bahwa ini masuk kategori olahraga,” jelasnya.

Meskipun demikian, KONI Jateng masih menunggu regulasi dan keputusan resmi dari KONI pusat mengenai status Orado sebelum proses lebih lanjut dapat dilakukan di tingkat provinsi.

Upaya Menjadikan Domino sebagai Olahraga Prestasi

Ketua Umum Pengprov Orado Jawa Tengah, Suli Wiranta, menegaskan bahwa tujuan utama audiensi ini adalah untuk mendaftarkan domino sebagai cabang olahraga resmi dan mendapatkan arahan mengenai persyaratan organisasi.

“Kami datang ke KONI Jateng untuk melakukan audiensi dan mendaftarkan olahraga domino agar bisa menjadi salah satu cabang olahraga di KONI,” katanya.

Saat ini, Orado Jawa Tengah baru berhasil membentuk kepengurusan di enam kabupaten/kota, yaitu di Wonosobo, Magelang, Pekalongan, Batang, dan Jepara. Namun, Pengprov Orado menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat segera terwujud.

Target ini semakin mendesak mengingat Orado berencana untuk berpartisipasi dalam kejuaraan nasional pada April 2026. Wakil Sekretaris Pengprov Orado Jawa Tengah, Yayak Oktavianus Ronsumbre, menyatakan keseriusan mereka dalam mempercepat pembentukan cabang daerah.

“Kami dikejar dari pengurus pusat supaya bulan April bisa ikut kejuaraan nasional. Jadi mau tidak mau pembentukan cabang kabupaten/kota harus segera selesai. Target awal 29 Kabupaten dan 6 Kota,” ujarnya.

Yayak Oktavianus Ronsumbre juga menekankan misi penting Orado, yaitu mengubah stigma negatif domino yang selama ini kerap diasosiasikan dengan perjudian. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga resmi yang berbasis prestasi, serupa dengan cabang olahraga catur.

“Di sini kami ingin mengenalkan bahwa domino itu olahraga cabang baru dan mengubah stigma buruk yang dulu dianggap judi menjadi olahraga resmi,” tegasnya.

Dalam skema pembinaan atlet, setiap kabupaten/kota nantinya akan mengirimkan maksimal tiga atlet ke tingkat provinsi. Atlet-atlet terpilih ini kemudian akan kembali diseleksi untuk mewakili provinsi dalam kejuaraan nasional.

Related Post