Manajer baru Chelsea, Liam Rosenior, menghadapi ujian pertamanya dalam dua pertandingan awal bersama klub. Setelah debut manis dengan kemenangan 5-1 atas Charlton Athletic di Piala FA, Rosenior harus menelan pil pahit kekalahan perdana di kandang sendiri, Stamford Bridge, pada leg pertama semifinal Piala Liga Carabao Cup melawan Arsenal, Kamis (16/1) dini hari WIB.
Pertandingan bertajuk Derbi London ini berakhir dengan skor 2-3 untuk keunggulan tim tamu, Arsenal. Kekalahan ini memperkecil peluang Chelsea untuk melaju ke final, mengingat leg kedua akan digelar di markas Arsenal, Emirates Stadium. Jika Chelsea gagal membalikkan keadaan, mereka akan tersingkir dari salah satu ajang perebutan gelar musim ini.
Liam Rosenior mengambil alih kursi kepelatihan Chelsea menggantikan Enzo Maresca. Kehadirannya di awal musim sempat disambut positif setelah berhasil membawa The Blues lolos ke babak 32 besar Piala FA. Kemenangan debutnya bahkan menyamai rekor yang terakhir kali dicapai oleh Antonio Conte pada tahun 2016. Namun, performa impresif tersebut tak serta merta berlanjut di laga krusial Piala Liga.
Baca Juga
Selepas kekalahan dari Arsenal, Chelsea dijadwalkan akan menghadapi Brentford dalam lanjutan Liga Inggris Premier League pekan ke-22. Laga kandang ini menjadi kesempatan Rosenior untuk mencatatkan debutnya di Premier League sebagai manajer, setelah sebelumnya delapan musim berkarier sebagai pemain di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Saat ini, Chelsea menempati posisi kedelapan klasemen sementara Liga Inggris dengan mengoleksi 31 poin. Mereka tertinggal dua angka dari Brentford yang berada di urutan kelima. Kemenangan atas Brentford akan sangat krusial bagi Rosenior untuk membawa Chelsea kembali bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Secara rekor pertemuan, Chelsea memiliki catatan yang cukup imbang melawan Brentford. Dalam tiga pertemuan terakhir, The Blues berhasil meraih satu kemenangan dan dua kali imbang. Kemenangan Chelsea diraih saat bermain di Stamford Bridge, namun mereka belum pernah meraih kemenangan saat bertandang ke markas Brentford. Pertandingan mendatang akan menjadi tolok ukur kemampuan Rosenior untuk mematahkan tren negatif tersebut.
Sorotan berikutnya beralih ke Michael Carrick, yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih interim Manchester United. Carrick menggantikan Ruben Amorim dan dikontrak hingga akhir musim 2025/2026. Pengalamannya sebagai caretaker saat Ole Gunnar Solskjaer dipecat pada tahun 2021, di mana ia memimpin dua kemenangan dan satu imbang dari tiga laga, menjadi bekal baginya.
Namun, tantangan Carrick kali ini lebih besar. Ia akan langsung mengawali kiprahnya dengan Derby Manchester melawan Manchester City pada Sabtu (17/1) malam WIB. Laga pekan ke-22 Premier League ini akan menjadi ujian berat bagi Carrick untuk membangkitkan performa The Red Devils.
Manchester United saat ini berada di posisi ketujuh klasemen dengan 32 poin dari 21 pertandingan. Mereka tertinggal cukup jauh, 11 poin, dari rival sekota mereka yang bertengger di posisi kedua.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian besar bagi Manchester United adalah lini pertahanan mereka. Dengan 32 gol kebobolan dari 21 laga, United tercatat sebagai tim yang paling banyak kemasukan gol di antara sepuluh tim teratas klasemen. Jumlah kebobolan mereka bahkan melebihi Tottenham Hotspur, yang berada di peringkat ke-14.
Dengan rapuhnya pertahanan tersebut, banyak pengamat memprediksi bahwa Carrick kemungkinan akan mengikuti jejak Rosenior, yaitu mengalami kekalahan di laga besar melawan tim big six di awal masa kepelatihannya, mengingat tantangan berat yang langsung dihadapinya.




