RAM PC & HP Makin Mahal Gara-Gara AI: Siap-siap Kantong Jebol!

Author Image

Ais Nurdin

20 Januari 2026, 00:00 WIB

Siap-siap merogoh kocek lebih dalam jika Anda berencana memutakhirkan perangkat elektronik kesayangan di tahun 2026. Sebuah “kiamat kecil” di dunia komponen elektronik sedang mengintai, mengancam tidak hanya dompet para perakit PC idaman, tetapi juga kantong mereka yang mengincar ponsel baru dengan harga terjangkau.

Penyebab utamanya adalah perkembangan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Teknologi yang tengah digandrungi ini justru memicu lonjakan permintaan pada komponen memori tertentu, mengalihkan fokus produksi dari kebutuhan pasar konsumen.

Pergeseran Prioritas Produsen Memori

Para raksasa produsen chip kini memprioritaskan kebutuhan server AI yang haus akan daya komputasi dan memori super cepat. Hal ini menyebabkan pergeseran masif dalam industri memori global, sebagaimana dilaporkan oleh firma riset TrendForce.

Permintaan akan High Bandwidth Memory (HBM), jenis memori krusial untuk chip AI canggih, dilaporkan melonjak drastis. Implikasinya, produsen memori utama seperti SK Hynix dan terpaksa merombak strategi produksi mereka.

Laporan dari Wccftech mengindikasikan bahwa dan SK Hynix akan meningkatkan produksi DRAM mereka. Namun, fokusnya bukan lagi pada pasar elektronik konsumen umum, melainkan untuk memenuhi kebutuhan raksasa-raksasa teknologi AI.

Mesin produksi yang sebelumnya digunakan untuk mencetak RAM DDR5 bagi PC atau LPDDR untuk ponsel, kini dialihkan untuk memproduksi “otak” AI. Akibatnya, pasokan untuk pasar konsumen terpaksa dibatasi.

Hukum Ekonomi Berlaku: Kelangkaan Mendorong Kenaikan Harga

Prinsip dasar ekonomi berlaku di sini: ketika pasokan menurun sementara permintaan tetap stabil atau bahkan meningkat, harga barang akan melambung. Fenomena ini diprediksi akan berlangsung sepanjang tahun 2026.

Analis keuangan dari Morgan Stanley menyebut tren ini sebagai “Supercycle” baru. Kekhawatiran semakin meningkat dengan pengumuman Micron yang akan menghentikan produksi Crucial, merek memori yang berorientasi pada konsumen.

Langkah ini menyisakan Samsung dan SK Hynix sebagai dua pemain besar terakhir yang masih memasok DRAM untuk konsumen. Namun, kuantitas pasokan dari kedua perusahaan ini pun diprediksi akan mulai berkurang.

Dampak bagi Perakit PC

Bagi para penggemar PC rakitan, harga kepingan RAM DDR5 dipastikan akan meroket. Stok yang menipis akibat keengganan pabrikan mengalokasikan sumber daya untuk memori konsumer biasa membuat mimpi memiliki PC dengan spesifikasi dewa dengan harga terjangkau semakin sulit terwujud.

Ancaman bagi Pengguna Ponsel Terjangkau

Sementara itu, bagi pembeli ponsel, terutama yang memiliki anggaran terbatas, situasi ini bisa menjadi pukulan telak. Chip RAM untuk ponsel (LPDDR) dibuat dari bahan dasar yang sama dengan RAM PC. Kelangkaan ini akan berdampak pada semua segmen pasar.

Namun, dampaknya akan terasa paling signifikan pada merek-merek yang dikenal menawarkan harga terjangkau dengan margin keuntungan yang sangat tipis, seperti Xiaomi, POCO, atau Infinix.

Perusahaan-perusahaan ini seringkali beroperasi dengan margin keuntungan di bawah 5-10%. Berbeda dengan merek premium seperti Apple atau Samsung seri S yang memiliki margin lebih tebal.

Kenaikan biaya modal RAM sebesar $5-$10 saja bisa berdampak besar bagi merek-merek tersebut. Apple, misalnya, mungkin bisa menyerap biaya tersebut atau menaikkan harga tanpa protes berarti dari konsumennya.

Namun, bagi Xiaomi dan sejenisnya, kenaikan modal sekecil itu dapat mengikis seluruh keuntungan mereka.

Ada dua pilihan yang mungkin diambil: menaikkan harga jual ponsel secara drastis, atau menurunkan spesifikasi (downgrade) RAM untuk menekan biaya produksi.

Tahun depan, kita mungkin akan menyaksikan fenomena di mana ponsel kelas menengah pada 2026 harganya lebih mahal dari tahun 2025, namun kapasitas RAM-nya justru berkurang, misalnya dari 12GB menjadi 8GB.

Saran untuk Konsumen

Dalam menghadapi badai “supercycle” AI ini, saran terbaik adalah segera bertindak. Jika laptop Anda memerlukan tambahan RAM atau ponsel Anda sudah terasa lambat, pertimbangkan untuk menggantinya sekarang.

Menunggu harga turun di tengah situasi kelangkaan seperti ini sama saja seperti menanti hujan di musim kemarau panjang. Amankan perangkat idaman Anda selagi harganya masih dalam batas yang wajar.

Related Post