Terobosan EV: Makin Ringan, Tenaga Gahar! Siap-siap Mobil Listrik Menggemparkan

Author Image

Ais Nurdin

20 Januari 2026, 17:59 WIB

Para insinyur YASA, perusahaan yang berada di bawah naungan Mercedes-Benz dan beroperasi di Inggris, baru-baru ini memperkenalkan sebuah terobosan signifikan dalam dunia kendaraan listrik (EV). Mereka mengumumkan desain motor listrik inovatif yang berpotensi mengubah lanskap masa depan mobilitas berbasis listrik secara fundamental.

Inovasi ini bukan sekadar peningkatan kecil, melainkan sebuah lompatan teknologi yang mengusung metode axial flux. Teknologi ini diklaim mampu mendongkrak rasio tenaga terhadap berat dan ukuran motor secara dramatis. Hasilnya, kendaraan listrik di masa depan dapat menjadi jauh lebih ringan dan memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan desain motor konvensional yang ada saat ini.

Para pengembang YASA berhasil menciptakan sebuah motor yang mengagumkan. Motor inovatif ini memiliki bobot yang sangat ringan, hanya sekitar 12,7 kilogram, namun mampu menghasilkan tenaga yang luar biasa besar. Dalam uji coba awal, motor ini terbukti mampu menyemburkan tenaga hingga 1.000 tenaga kuda. Angka ini sungguh mengejutkan mengingat ukurannya yang sangat ringkas, melebihi kemampuan motor konvensional yang banyak beredar di pasaran.

Teknologi axial flux ini membuka peluang untuk desain yang lebih terintegrasi. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk diintegrasikan langsung ke dalam roda kendaraan (in-wheel motor). Pendekatan ini secara efektif menghilangkan berbagai komponen mekanis tradisional yang selama ini membebani bobot kendaraan, seperti poros penggerak (axle) atau drive shaft.

Dampak dari inovasi ini sangatlah besar. Dengan motor yang lebih ringan dan ringkas, kendaraan listrik yang mengaplikasikan teknologi ini berpotensi mengalami pengurangan bobot total yang signifikan. Perkiraan menyebutkan bahwa bobot mobil listrik dapat berkurang antara 200 hingga 500 kilogram dibandingkan dengan mobil listrik konvensional.

Pengurangan bobot yang drastis ini tidak hanya membuat kendaraan listrik menjadi lebih lincah dan responsif saat dikendarai, tetapi juga memberikan keuntungan langsung pada aspek efisiensi energi dan jangkauan tempuh baterai. Kendaraan yang lebih ringan tentu saja membutuhkan energi lebih sedikit untuk bergerak.

Implikasinya, baterai dengan kapasitas yang sama akan mampu menggerakkan mobil untuk jarak yang lebih jauh sebelum memerlukan pengisian daya ulang. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh para pengguna kendaraan listrik.

Lebih lanjut, motor berteknologi axial flux ini dirancang untuk berkolaborasi secara lebih efektif dengan sistem pengereman regeneratif (regenerative braking). Teknologi ini memiliki kemampuan unik untuk mengubah energi kinetik yang biasanya terbuang saat pengereman menjadi energi listrik tambahan yang kemudian disimpan kembali ke dalam baterai.

Dengan kemampuan regeneratif yang lebih optimal, kendaraan dapat mengisi ulang baterainya secara bertahap setiap kali pengemudi melakukan pengereman. Hal ini secara signifikan turut memperluas jangkauan total berkendara kendaraan listrik tanpa perlu menambah kapasitas baterai.

Kabar baiknya lagi, teknologi axial flux ini tidak memerlukan penggunaan material langka atau sangat mahal dalam proses produksinya. Ini berarti inovasi ini memiliki potensi besar untuk diproduksi secara massal di masa mendatang, sehingga lebih mudah diakses oleh berbagai segmen pasar.

Artinya, tidak hanya kendaraan listrik performa tinggi seperti supercar yang akan merasakan manfaat dari desain motor revolusioner ini, tetapi juga kendaraan listrik yang lebih umum digunakan oleh masyarakat sehari-hari.

Dalam konteks industri otomotif global yang kini tengah berjuang keras untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi, inovasi yang ditawarkan oleh YASA ini bisa menjadi titik balik krusial dalam persaingan pasar kendaraan listrik.

Inovasi seperti ini semakin mendekatkan kita pada era di mana kendaraan listrik tidak lagi hanya bergantung pada ukuran dan kapasitas baterai yang masif. Sebaliknya, masa depan akan melihat arsitektur motor penggerak yang secara fundamental lebih cerdas dan efisien, memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik bagi semua.

Related Post