Musim hujan bukan sekadar tantangan biasa bagi para pengendara sepeda motor. Hujan deras yang mengguyur dapat menggandakan risiko di jalan. Banyak yang beranggapan bahwa cukup dengan mengenakan jas hujan, perjalanan akan aman. Namun, kenyataannya, persiapan menghadapi musim hujan harus jauh lebih komprehensif dan matang.
Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, menekankan pentingnya adaptasi di musim penghujan. Menurutnya, keselamatan berkendara saat hujan bukan hanya soal keterampilan mengendalikan motor di jalanan basah, melainkan juga kesiapan dan perlindungan diri secara menyeluruh.
“Musim hujan menuntut kita untuk beradaptasi,” tutur Oke Desiyanto. “Keselamatan berkendara di musim penghujan bukan hanya tentang skill mengendarai di jalan basah, tetapi juga tentang kesiapan dan perlindungan diri secara menyeluruh.”
Baca Juga
Musim hujan bukanlah alasan untuk menghentikan aktivitas, melainkan sinyal kuat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kesalahan umum yang kerap dilakukan pengendara adalah menganggap persiapan musim hujan hanya sebatas “tidak basah”. Padahal, dalam keselamatan berkendara, prioritas utama adalah tetap terkendali dan terlihat oleh pengguna jalan lain. Jas hujan memang penting, namun itu baru permulaan.
Ada tujuh item esensial yang sering terabaikan namun sangat vital untuk dibawa saat menghadapi hujan di jalanan:
Penggunaan jas hujan model setelan yang terdiri dari baju dan celana adalah keharusan. Hindari model ponco atau “batman” yang berisiko tersangkut di rantai, gir, atau kendaraan lain, terutama di daerah seperti Jawa Tengah yang sering dilanda angin kencang bersamaan dengan hujan. Pastikan jas hujan berwarna terang atau dilengkapi reflektor untuk meningkatkan visibilitas, yang merupakan kunci keselamatan di tengah hujan lebat dan kondisi minim cahaya.
Pastikan visor helm dalam kondisi bersih dan bebas goresan. Visor bening sangat krusial saat hujan karena tidak mengganggu pandangan. Penggunaan cairan anti-fog pada bagian dalam visor juga disarankan untuk mencegah pengembunan yang dapat menyebabkan pandangan terhalang secara tiba-tiba.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rentan basah saat hujan. Menggunakan sandal saat berkendara di musim hujan sangat tidak disarankan karena tidak nyaman, licin, dan berisiko terlepas. Sebagai alternatif, melapisi sepatu dengan shoe cover karet tahan air bisa menjadi solusi.
Tangan yang basah dan terpapar angin dapat menyebabkan jari-jari kedinginan hingga mati rasa. Kondisi ini berbahaya karena menurunkan sensitivitas saat mengoperasikan tuas rem depan atau mengontrol bukaan gas.
Cipratan air yang bercampur dengan lumpur dan oli dari kendaraan besar kerap membuat spion dan visor helm menjadi kotor seketika. Kain microfiber, dengan daya serapnya yang tinggi dan kemampuannya tidak menggores permukaan, sangat berguna untuk membersihkan alat bantu pandang saat pengendara berteduh sejenak.
Kekhawatiran akan gadget atau dompet yang basah dapat mengganggu konsentrasi berkendara. Pastikan barang elektronik dan dokumen penting dimasukkan ke dalam tas anti air (dry bag) atau dibungkus berlapis menggunakan plastik ziplock.
Angin kencang dan hujan dapat menyebabkan jas hujan atau barang bawaan terlepas atau terbuka. Tali pengikat barang yang elastis dan kuat sangat berguna untuk mengamankan barang bawaan di jok motor, memberikan ketenangan ekstra bagi pengendara.




