Samsung Kuasai Otak Mobil: Otonom Jadi Nyata?

Author Image

Ais Nurdin

20 Januari 2026, 19:19 WIB

Pergerakan signifikan mengguncang lanskap otomotif global. Electronics, melalui anak perusahaannya Harman International, resmi mengumumkan akuisisi bisnis Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dari ZF Friedrichshafen. Langkah strategis senilai sekitar 1,5 miliar euro ini menegaskan ambisi untuk mengukuhkan posisinya dalam pasar kendaraan cerdas yang terus berkembang.

Akuisisi ini menandai evolusi Harman, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain utama di bidang audio dan infotainment otomotif. Kini, dengan kepemilikan teknologi ADAS, Harman bertransformasi menjadi penyedia sistem kecerdasan kendaraan yang krusial. ADAS sendiri merupakan tulang punggung teknologi keselamatan modern, meliputi fitur-fitur vital seperti pengereman darurat otomatis, sistem penjaga jalur, deteksi objek, hingga kemampuan kendaraan untuk membaca kondisi lalu lintas secara real-time.

Perubahan fundamental dalam industri otomotif semakin nyata, di mana perangkat lunak dan kecerdasan buatan (AI) menjelma menjadi elemen sentral dalam pengembangan kendaraan masa depan. Samsung melihat potensi besar dalam mobil sebagai platform komputasi bergerak yang mengandalkan sensor, data, dan AI untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Integrasi teknologi ADAS dari ZF memungkinkan Samsung untuk mempercepat pengembangan kendaraan berbasis perangkat lunak. Kendaraan semacam ini memiliki kemampuan pembaruan fitur secara berkala melalui koneksi jaringan, sebuah konsep yang kian lazim dalam ekosistem digital saat ini.

Meskipun dampaknya bagi konsumen mungkin tidak terasa secara instan, dalam beberapa tahun mendatang, teknologi keselamatan canggih yang kini kerap eksklusif di mobil premium diprediksi akan menjadi fitur standar di berbagai segmen kendaraan. Sistem bantuan pengemudi akan menjadi lebih responsif, akurat, dan terintegrasi mulus dengan ekosistem digital pengguna.

Langkah Samsung ini juga menyoroti peran kian dominan perusahaan teknologi dalam menentukan arah industri otomotif global. Pabrikan mobil tradisional kini tidak lagi beroperasi secara independen, melainkan sangat bergantung pada kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi yang menguasai keahlian dalam semikonduktor, perangkat lunak, dan kecerdasan buatan.

Related Post