Menjelang akhir tahun 2025, jalan Tol Trans-Jawa diprediksi akan dipadati oleh jutaan kendaraan yang ingin merayakan pergantian tahun. Euforia liburan ini tentu membawa tantangan tersendiri di jalan tol, mulai dari kemacetan panjang, cuaca ekstrem, hingga bahaya kantuk atau microsleep yang mengintai.
Agar perjalanan liburan Anda tetap aman dan menyenangkan, bukan berubah menjadi “drama di aspal”, ada beberapa ritual wajib berkendara di jalan tol yang perlu diterapkan. Kesiapan kendaraan dan pengemudi adalah kunci utama keselamatan.
Ritual Wajib Berkendara di Jalan Tol
1. Cek Fisik Kendaraan Menyeluruh
Jangan sampai liburan Anda terhenti di pinggir jalan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum menempuh perjalanan jauh.
Baca Juga
Ban dan Rem
Periksa kondisi ban, pastikan alur tapak ban masih tebal dan tidak aus. Rem juga harus berfungsi optimal, mengingat kondisi aspal tol yang cenderung lebih licin saat musim hujan akhir tahun.
Cairan Vital dan Bahan Bakar
Pastikan level oli mesin, air radiator, dan cairan lainnya dalam kondisi cukup. Sebaiknya isi penuh tangki bahan bakar sebelum memasuki jalan tol untuk menghindari antrean panjang di SPBU Rest Area.
2. Siapkan Kartu E-Toll dengan Saldo Lebih
Fenomena saldo E-Toll yang kurang di gerbang tol menjadi salah satu penyebab utama kemacetan yang merugikan banyak pengguna jalan.
Pastikan saldo E-Toll Anda tidak hanya cukup untuk sekali perjalanan, tetapi juga memiliki saldo berlebih. Cek saldo melalui ponsel yang memiliki fitur NFC sebelum Anda berangkat untuk memastikan kelancaran transaksi.
3. Kuasai Aturan Lajur Tol
Jalan tol memiliki aturan tidak tertulis yang sering dilanggar, namun sangat penting untuk dipatuhi demi keselamatan bersama.
Lajur Kanan untuk Mendahului
Lajur kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang akan mendahului. Menetap di lajur kanan dengan kecepatan rendah (lane hogging) dapat memicu emosi pengguna jalan lain dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Jaga Jarak Aman
Terapkan aturan tiga detik antara kendaraan Anda dengan kendaraan di depan. Dalam kecepatan tinggi, jarak ini memberikan waktu reaksi yang krusial untuk keselamatan.
4. Strategi Pemanfaatan Rest Area
Saat puncak liburan, Rest Area seringkali menjadi titik kemacetan baru.
Jika menemukan Rest Area yang penuh, jangan memaksakan diri mengantre di bahu jalan. Pertimbangkan untuk keluar di gerbang tol terdekat. Anda dapat mencari SPBU atau rumah makan di jalur arteri yang mungkin lebih lenggang. Setelah beristirahat dan merasa lebih segar, Anda bisa masuk kembali ke jalan tol.
5. Waspadai Ancaman Microsleep
Kelelahan menjadi musuh utama pengemudi di perjalanan jauh. Jika Anda mulai merasakan kelopak mata berat atau kehilangan fokus selama beberapa detik (microsleep), segera cari tempat untuk berhenti.
Istirahat sejenak selama 15 menit seringkali lebih efektif daripada mengonsumsi minuman penambah energi.
Pesan keamanan yang penting untuk diingat adalah: “Lebih baik sampai di tahun baru sedikit terlambat, daripada tidak sampai sama sekali karena terburu-buru.”




