Memasuki musim hujan, kondisi jalan yang basah bercampur oli dan tanah dapat menjadi ancaman tersembunyi bagi pengendara sepeda motor. Situasi ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi pengguna motor matic. Berbeda dengan motor sport atau bebek yang memiliki fitur engine brake yang lebih terasa, motor matic sangat bergantung pada teknik pengereman yang tepat untuk menjaga keselamatan.
Meskipun motor matic Honda, mulai dari tipe Beat, Vario, hingga PCX dan ADV, telah dilengkapi teknologi canggih seperti Combi Brake System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS), peran pengendara tetap menjadi kunci utama. Teknologi tersebut hanyalah alat bantu yang efektif jika digunakan dengan benar oleh pengendaranya.
“Faktor terpenting dalam keselamatan berkendara tetaplah sang pengendara sendiri,” ujar Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng. “Rem adalah sahabat dalam mengendalikan laju kendaraan, dan di jalan licin, ia adalah penjaga nyawa kita. Tetap waspada, dan hati-hati di jalan.”
Baca Juga
Berikut adalah lima teknik krusial yang perlu dikuasai pengendara motor matic saat menghadapi jalanan licin:
1. Teknik “Engine Brake” yang Lembut: Memanfaatkan Fitur Bawaan
Meskipun motor matic tidak memiliki gigi, pengendara masih dapat memanfaatkan akselerasi untuk menciptakan efek pengereman mesin yang halus. Saat melintasi turunan, lepaskan tuas gas secara perlahan dan bertahap.
Jangan pernah melepaskan gas secara tiba-tiba. Tindakan ini akan menciptakan efek pengereman alami yang sangat lembut tanpa berisiko mengunci roda belakang.
Teknik ini memberikan kesempatan bagi ban untuk tetap mencengkeram jalan dengan baik. Selain itu, teknik ini juga memberikan waktu pendinginan bagi sistem rem cakram atau tromol, terutama saat melalui turunan yang panjang dan membutuhkan pengereman berkelanjutan.
2. Komposisi Rem yang Proporsional: 60:40 atau 70:30
Saat melakukan pengereman, berikan tekanan yang lebih dominan pada tuas rem depan, sekitar 60 hingga 70 persen, dibandingkan dengan rem belakang yang hanya 30 hingga 40 persen. Tekan tuas rem depan secara bertahap dengan gerakan meremas.
Rem depan memiliki peran yang lebih efektif dalam menghentikan laju kendaraan. Sementara itu, rem belakang berfungsi sebagai penyeimbang untuk menjaga stabilitas motor.
3. Pengereman Bertahap, Bukan Mendadak
Ini adalah prinsip mendasar dalam berkendara yang sangat penting untuk keselamatan. Perbedaan antara pengereman di aspal kering dan jalanan licin sangatlah signifikan. Oleh karena itu, menjaga jarak aman ekstra dengan kendaraan di depan menjadi sangat krusial.
Ketika Anda perlu mengurangi kecepatan, tekan tuas rem dengan tekanan yang meningkat secara bertahap, layaknya memijak bola karet yang perlahan-lahan mengempis.
Teknik ini memberikan waktu bagi ban untuk melakukan kontak dan cengkeraman yang optimal dengan permukaan jalan yang licin. Hal ini sangat penting untuk mencegah ban kehilangan traksi secara tiba-tiba dan mengakibatkan selip.
4. Hindari Pengereman Saat Sedang Menikung
Aturan emas di jalanan licin adalah melakukan semua manuver, termasuk pengereman, saat motor dalam posisi tegak dan lurus. Usahakan untuk mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan.
Mengerem, terutama menggunakan rem depan, saat motor sedang dalam posisi menikung di jalan yang licin, hampir pasti akan membuat ban kehilangan cengkeraman. Ban memiliki kapasitas traksi yang terbatas.
Saat motor sedang menikung, sebagian besar traksi ban sudah terpakai untuk melakukan manuver membelok. Menambahkan beban pengereman pada saat itu dapat melebihi batas cengkeraman ban, yang berujung pada hilangnya kendali.




