Pasar mobil bekas di Jawa Tengah menunjukkan geliat positif seiring melemahnya penjualan mobil baru dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Bursa Mobil TAV, yang telah beroperasi sejak 2010, mencatat rata-rata penjualan 3.600 unit per tahun selama satu dekade terakhir, dengan pertumbuhan sekitar 5% per tahun.
Meskipun sempat mengalami perlambatan, tren penjualan kembali meningkat pada Oktober. CEO Bursa Mobil TAV, Desilva Andy Wijaya, optimis terhadap prospek pasar mobil bekas di Jawa Tengah.
“Prospek pasar mobil bekas di Jateng masih tinggi. Setiap bulan rata-rata mampu menjual sekitar 50 unit,” ujarnya saat ditemui di Bursa Mobil TAV Mobil Jalan Kompol Maksum No 280-284 Semarang.
Baca Juga
Kehadiran mobil listrik dengan harga yang semakin terjangkau menjadi tantangan tersendiri bagi pasar mobil bekas. Namun, TAV Mobil Indonesia yang akan dibuka kembali dengan wajah dan nama baru pada 18 Oktober mendatang, tetap optimis akan terus tumbuh.
TAV Mobil Indonesia yang sebelumnya bernama AV Mobil, telah beroperasi selama 15 tahun. Perusahaan ini kini menawarkan tiga lini bisnis utama: jual beli mobil, lelang mobil, dan kemitraan waralaba.
Saat ini, TAV Mobil Indonesia memiliki stok sekitar 300 unit mobil pribadi, bukan sistem titip jual. Pilihan mobil bekas yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari segmen LCGC, SUV, MPV, hingga mobil mewah, dengan harga mulai dari di bawah Rp 100 juta per unit.
Setiap mobil bekas yang dijual telah melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan bebas banjir, bebas dari kecelakaan, dan tidak ada manipulasi odometer.
Untuk memperluas jangkauan pasar, TAV Mobil Indonesia melakukan transformasi digital dengan layanan berbasis website di www.tavmobil.co.id. Platform ini memungkinkan pembeli dari luar daerah untuk melakukan transaksi tanpa harus melihat unit secara langsung.




