Jawa Tengah semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat olahraga otomotif nasional. Sepanjang tahun 2026, provinsi ini dijadwalkan menjadi tuan rumah berbagai ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) untuk roda dua maupun roda empat. Hal ini menandakan meningkatnya kepercayaan dari IMI Pusat dan promotor nasional terhadap Jawa Tengah dalam mengelola berbagai jenis kejuaraan, mulai dari balap motor hingga reli mobil.
Di sektor roda dua, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan kalender kompetisi yang paling padat. Kejurnas Balap Motor Motoprix, yang merupakan level tertinggi balap motor nasional, akan menyelenggarakan tiga seri dari total enam seri regional di Jawa Tengah. Selain itu, Kejurnas Motocross juga akan menggelar tiga serinya di provinsi ini, sementara Grastrack dan Drag Bike masing-masing dijadwalkan dua putaran.
Lebih lanjut, pembinaan pembalap usia dini juga menjadi fokus utama. MiniGP Indonesia Series 2026 akan mengadakan lima putaran penuh di Sirkuit Boyolali, menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat strategis untuk mencetak talenta muda balap motor nasional.
Baca Juga
Sementara itu, untuk ajang roda empat, Kejurnas Sprint Rally dipastikan akan singgah dua kali di Jawa Tengah dari total lima seri yang akan digelar sepanjang musim 2026.
Ketua Harian IMI Jawa Tengah, Dedi Satria, menyatakan bahwa padatnya jadwal ini mencerminkan kematangan Jawa Tengah dalam mengelola acara otomotif berskala nasional.
“Kalender ini bukan hanya soal jumlah event, tetapi juga soal keberlanjutan ekosistem otomotif di Jateng, dari atlet, ofisial, hingga penyelenggara,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan bahwa daftar tersebut masih berpotensi bertambah. Sejumlah Kejurnas lain, seperti Slalom, Gymkhana, Offroad, dan Drag, yang biasanya rutin digelar di Jawa Tengah, masih berada di bawah naungan promotor nasional.
Ketua Umum IMI Jawa Tengah, Frits Yohanes, menilai kepercayaan yang diberikan ini merupakan buah dari konsistensi daerah dalam menjaga kualitas penyelenggaraan event otomotif.
“Jateng dinilai siap, baik dari sisi SDM, fasilitas sirkuit, hingga animo penonton. Itu yang membuat kami terus dipercaya,” ungkap Frits.
Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah manajemen jadwal agar seluruh agenda dapat berjalan optimal tanpa saling bertabrakan.
Untuk mengatasi hal tersebut, IMI Jawa Tengah akan menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pada tanggal 15 Januari 2026. Rapat ini akan melibatkan seluruh event organizer dan pemegang lisensi.
“Rakernis ini krusial untuk menyusun kalender bersama, karena hampir setiap akhir pekan akan ada event otomotif, baik lokal, regional, maupun nasional,” kata Frits.
Selain penyelarasan jadwal, Rakernis juga akan dimanfaatkan untuk mensosialisasikan regulasi baru yang merupakan hasil dari Rakernas IMI akhir tahun 2025.
“Ada sejumlah penyesuaian aturan yang wajib dipahami promotor agar penyelenggaraan tetap sesuai standar nasional,” pungkasnya.




