BBMC Indonesia Kirab Pataka Majapahit, Mojokerto-Bandung: Jejak Sejarah Memukau!

Author Image

Ais Nurdin

18 Januari 2026, 10:30 WIB

Museum Gubug Wayang Kota Mojokerto bersama komunitas motor Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Indonesia menggelar sebuah kegiatan touring budaya yang unik. Perjalanan ini mengusung tema “Culture Ride Kirab Pataka Mojokerto-Bandung”, menandai perayaan ulang tahun ke-37 BBMC Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara “Kirab Pataka Majapahit 2025” yang secara resmi dimulai dari Museum Gubug Wayang Kota Mojokerto pada hari Senin, 17 November. Rute perjalanan dirancang untuk menyentuh berbagai titik penting secara budaya di Indonesia.

Perjalanan kemudian berlanjut dengan singgah di beberapa kota. Rombongan mampir di Padepokan Seni Kirun di Madiun, melanjutkan ke Surakarta, lalu ke Salatiga, tepatnya di Saloka Theme Park Tuntang. Destinasi selanjutnya adalah Keraton Cirebon, sebelum akhirnya tiba dan berlabuh di Club House BBMC di Kota Bandung.

Ketua panitia pelaksana touring, Fahat, menjelaskan bahwa total ada 37 anggota Bikers Brotherhood MC yang terlibat dalam perjalanan ini. Angka ini dipilih secara khusus untuk melambangkan usia BBMC Indonesia yang genap berusia 37 tahun.

Menurut Fahat, prosesi kirab 10 Pataka Majapahit memiliki makna yang sangat mendalam. Pataka tersebut dibawa sebagai simbol persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar perjalanan kebudayaan ini bisa berlangsung dengan aman dan selamat sampai di tujuan,” ujar Fahat saat ditemui di Wahana Wisata Saloka Theme Park Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Senin (17/11) malam.

Setibanya di wahana Saloka, rombongan disambut hangat oleh General Manager Saloka, Haryanto. Mereka berkesempatan menyaksikan sebuah pertunjukan multimedia yang menceritakan legenda Baru Klinting, tokoh penting dalam cerita rakyat Jawa Tengah mengenai asal usul terbentuknya Rawapening.

Lebih lanjut, Fahat menambahkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memupuk semangat persaudaraan dan melestarikan kekayaan budaya bangsa. Pemilihan Museum Gubug Wayang sebagai titik awal kirab bukanlah tanpa alasan.

Museum ini memiliki makna yang mendalam. Ia tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga sebagai penjaga warisan peradaban Majapahit, sebuah kerajaan besar yang pernah menjadi lambang persatuan bangsa.

“Di antara ribuan koleksi budaya yang tersimpan, Pataka Majapahit menjadi artefak istimewa yang sarat nilai historis dan filosofis,” ungkap Fahat.

Dalam kirab kali ini, Pataka Majapahit dibawa sebagai representasi perjalanan budaya dan semangat persatuan. Perjalanan ini dimulai dari tanah tempat lahirnya kejayaan Majapahit dan akan berakhir di Bandung, kota kelahiran BBMC Indonesia.

Sebanyak 37 peserta riding turut memeriahkan perjalanan ini, angka yang sengaja dipilih untuk merefleksikan usia 37 tahun BBMC Indonesia.

“Melalui Culture Ride Kirab Pataka Mojokerto-Bandung, BBMC Indonesia bersama Museum Gubug Wayang ingin menegaskan pentingnya semangat mempersatukan bangsa melalui pelestarian budaya,” tandasnya.

Fahat kembali menekankan peran Museum Gubug Wayang sebagai saksi awal perjalanan budaya ini. Museum tersebut mengantarkan Pataka Majapahit yang melambangkan persatuan, dari tanah leluhur.

Perjalanan dari Mojokerto menuju Bandung, kota asal BBMC Indonesia, ini menjadi sebuah jembatan penghubung antara sejarah dan semangat zaman. Acara ini berhasil menyatukan nilai-nilai budaya dan kebangsaan dalam satu makna luhur, yaitu persatuan Indonesia.

Related Post