Kerusakan mobil seringkali bukan datang tiba-tiba, melainkan akumulasi dari kebiasaan sehari-hari yang dianggap remeh oleh pengemudi. Video edukasi dari Dokter Mobil Indonesia mengungkap lima kesalahan umum yang tanpa disadari dapat merusak komponen penting kendaraan. Kebiasaan ini bahkan sering dilakukan tanpa sadar, hingga akhirnya memicu masalah yang berujung ke bengkel.
Memahami kebiasaan buruk yang dapat mempercepat kerusakan mobil menjadi kunci utama agar kendaraan tetap awet dan performanya terjaga. Artikel ini akan mengulas lima kebiasaan yang perlu dihindari demi menjaga kondisi mobil kesayangan Anda.
Lima Kebiasaan Buruk yang Bikin Mobil Cepat Rusak
Para ahli otomotif menekankan pentingnya perhatian terhadap detail kecil dalam perawatan mobil. Kebiasaan sepele yang diabaikan dapat berkonsekuensi besar pada usia pakai komponen kendaraan.
Baca Juga
1. Mengabaikan Pengecekan Air Radiator
Salah satu rutinitas perawatan paling mendasar yang kerap dilupakan adalah memeriksa level air radiator. Kekurangan cairan pendingin dapat menyebabkan mesin mengalami overheat, yang berujung pada kerusakan serius dan biaya perbaikan yang membengkak.
Para mekanik merekomendasikan pengecekan air radiator dilakukan pada pagi hari saat mesin masih dalam kondisi dingin sepenuhnya. Cairan coolant yang berkurang bahkan setelah 1,5 hingga 2 tahun pemakaian juga dapat menurunkan efektivitasnya dalam menyerap panas. Pengalaman pribadi seringkali menunjukkan bahwa masalah temperatur mendadak naik di tengah kemacetan bisa disebabkan oleh coolant yang sudah tidak layak pakai.
2. Menginjak Rem Tepat di Atas Polisi Tidur
Perilaku menginjak rem secara mendadak tepat di atas polisi tidur, meski terlihat sepele, memberikan beban berlebih pada sistem kaki-kaki mobil. Tindakan ini menyebabkan momentum kendaraan tertahan di bagian depan, yang mengakibatkan bushing dan suspensi cepat aus.
Teknisi menyarankan agar pengemudi mulai memperlambat laju kendaraan jauh sebelum mendekati polisi tidur. Kebiasaan sederhana ini tidak hanya memperpanjang usia pakai komponen mobil, tetapi juga meningkatkan kenyamanan berkendara.
3. Memarkirkan Kendaraan dengan Ban Tidak Lurus
Pada mobil-mobil modern, posisi roda yang tidak lurus saat diparkir dapat menimbulkan tekanan tambahan pada sistem kaki-kaki. Meskipun dampaknya tidak langsung terlihat, dalam jangka panjang kondisi ini mempercepat keausan komponen tertentu. Selain itu, ban yang miring saat parkir juga memberikan kesan kurang rapi dan dapat menyulitkan saat akan keluar dari area parkir.
4. Jarang Membersihkan AC Mobil
Evaporator yang kotor menjadi salah satu penyebab utama kebocoran pada sistem AC mobil. Penumpukan lendir dapat mengikis lapisan aluminium akibat siklus basah-kering yang berulang. Jika dibiarkan terus menerus, evaporator bisa mengalami keropos dan akhirnya bocor.
Biaya perbaikan kebocoran evaporator AC umumnya tidak sedikit, sehingga pembersihan rutin menjadi langkah krusial untuk menjaga kesehatan sistem pendingin udara kendaraan.
5. Membiarkan Tuas Transmisi dalam Posisi ‘D’ Saat Berhenti Lama
Bagi pemilik mobil matic, kebiasaan menahan tuas transmisi pada posisi ‘D’ saat berhenti dalam waktu lama, seperti di lampu merah, memberikan beban signifikan pada torque converter. Komponen ini, yang berfungsi seperti pompa hidrolik, terus memutar oli transmisi.
Peningkatan tekanan dan gesekan yang intens dapat mempercepat keausan torque converter. Perbaikan komponen ini di Indonesia dikatakan belum umum dilakukan, sehingga biayanya bisa sangat mahal. Solusi sederhananya adalah memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘N’ ketika berhenti cukup lama.




