Xabi Alonso mendesak Real Madrid untuk segera bangkit dari kekalahan dramatis 2-3 melawan Barcelona dalam laga final Piala Super Spanyol. Pertandingan yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/1) tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu Los Blancos.
Kekalahan ini diakui Alonso sebagian besar disebabkan oleh faktor ketidakberuntungan dan krisis cedera yang tengah melanda tim. Real Madrid menghadapi Barcelona dalam sebuah pertandingan yang penuh gejolak emosi dan jual beli serangan sejak menit awal.
Laga baru saja berjalan ketika Raphinha berhasil membawa Barcelona unggul lebih dulu. Namun, intensitas pertandingan meroket di pengujung babak pertama. Dalam rentang waktu hanya empat menit, tiga gol berhasil tercipta. Vinícius Júnior menyamakan kedudukan, disusul gol dari Robert Lewandowski yang membawa Barcelona kembali unggul, sebelum akhirnya Gonzalo García mencetak gol balasan untuk membuat skor imbang 2-2 saat turun minum.
Baca Juga
Namun, nasib buruk menimpa Real Madrid di paruh kedua pertandingan. Raphinha kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-73. Gol tersebut tercipta melalui proses yang cukup beruntung, di mana tendangannya terpeleset namun bola justru memantul mengenai bek Madrid, Raúl Asencio, dan mengecoh kiper Thibaut Courtois.
Skor 3-2 ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sekaligus memastikan Barcelona berhasil mempertahankan gelar Piala Super Spanyol yang juga mereka raih pada tahun sebelumnya.
“Kami harus segera melangkah maju,” ujar Alonso menanggapi hasil yang kurang memuaskan tersebut. Ia menekankan pentingnya untuk segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan selanjutnya.
Alonso juga menyoroti bahwa Piala Super Spanyol bukanlah kompetisi terpenting bagi Real Madrid. Prioritas saat ini adalah memulihkan kondisi mental tim dan mengupayakan agar para pemain yang mengalami cedera segera pulih.
Situasi skuad Real Madrid memang tengah memprihatinkan. Sejumlah pemain kunci tidak dapat tampil optimal. Kylian Mbappé misalnya, hanya mampu diturunkan sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir pertandingan karena belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut. Selain itu, Madrid juga harus bermain tanpa pilar pertahanan utamanya, Éder Militão dan Antonio Rüdiger.
“Kylian tidak siap untuk tampil sejak awal,” tambah Alonso. Ia mengakui bahwa badai cedera yang menerpa tim sangat memukul dan menghambat kemampuan mereka untuk membangun stabilitas tim yang solid.
Meskipun harus menelan kekalahan, Alonso memberikan apresiasi kepada Vinícius Júnior yang berhasil mengakhiri paceklik golnya setelah 16 pertandingan. Di sisi lain, kiper Thibaut Courtois mengungkapkan kekecewaannya dan merasa timnya tidak pantas kalah dalam pertandingan tersebut.
Courtois menyatakan, “Kalah di final melawan rival tidak pernah menyenangkan. Kami pantas menang, terutama melihat performa di babak kedua, namun detail-detail kecil justru tidak berpihak pada kami hari ini.” Ia merasa bahwa elemen-elemen kecil dalam pertandingan yang tidak berpihak menjadi penentu kekalahan Madrid.




