Tim dayung STKIP Pasundan Kota Cimahi sukses memborong dua gelar juara pada Kejuaraan Nasional Dayung Piala Menteri PU yang diselenggarakan di Kanal Banjir Barat Semarang, Minggu (11/1/2026). Kontingen asal Jawa Barat ini menunjukkan performa gemilang, terutama pada nomor perahu naga.
Gelar pertama diraih pada nomor perahu naga campuran pelajar/mahasiswa jarak 500 meter. STKIP Pasundan berhasil mencatatkan waktu tercepat dengan 2 menit 33,35 detik. Mereka mengungguli Klub Dayung Jung Kwatu dari Jawa Timur yang menempati posisi kedua dengan waktu 2 menit 37,59 detik. Sementara itu, Klub Dayung Jenggolo Sidoarjo harus puas di peringkat ketiga dengan catatan waktu 2 menit 41,22 detik.
Dominasi STKIP Pasundan berlanjut di nomor perahu naga umum campuran. Tim ini kembali keluar sebagai juara setelah mencatat waktu 2 menit 33,22 detik. Tim Klub Pasmar 2 harus puas berada di posisi kedua dengan selisih tipis, yaitu 2 menit 33,59 detik. Di urutan ketiga menyusul Klub Putra Silugonggo Putra dengan waktu 2 menit 34,59 detik.
Baca Juga
Pada kategori perahu naga UPT Kementerian Pekerjaan Umum, tim BBWS Serayu Opak keluar sebagai yang tercepat dengan waktu 2 menit 49,19 detik. Posisi kedua ditempati Tim Panda BBWS Pemali Juana dengan waktu 2 menit 49,59 detik, diikuti oleh Politeknik PU di peringkat ketiga dengan 2 menit 50,52 detik.
Selain nomor perahu naga, kejuaraan ini juga mempertandingkan nomor Stand Up Paddle (SUP) 200 meter untuk kategori pelajar dan mahasiswa.
Di sektor putra SUP, Muhammad Fathur berhasil keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 1 menit 7,32 detik. Ia diikuti oleh Abdi Kusnan di posisi kedua dengan 1 menit 14,41 detik, dan Mohammad Fathoni di urutan ketiga dengan 1 menit 18 detik.
Sementara itu, di sektor putri SUP, Septiani Dwi Azzahra tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1 menit 19,40 detik. Alexandria Sarashinta menyusul di posisi kedua dengan 1 menit 19,58 detik, dan Rizkiah Zidni di urutan ketiga dengan 1 menit 36,13 detik.
Ketua Panitia Kejuaraan, Iriandri Azwartika, menyatakan bahwa ajang ini merupakan penyelenggaraan kejuaraan dayung tingkat nasional yang kedua kalinya oleh Politeknik PU.
Ia menekankan bahwa kompetisi ini dirancang bukan hanya untuk meraih prestasi, melainkan juga sebagai sarana pembinaan olahraga dayung di lingkungan pendidikan.
“Kami ingin kampus dan sekolah menjadi bagian dari ekosistem pembinaan. Dari sini, diharapkan lahir atlet-atlet muda yang konsisten menekuni dayung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iriandri menambahkan bahwa kejuaraan tahun ini mempertandingkan tiga kelompok utama, yaitu kategori umum, pelajar/mahasiswa, serta unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Sebanyak 511 atlet dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam kompetisi ini.
“Nomor SUP untuk pelajar dan mahasiswa menjadi warna baru tahun ini dan mendapat respons positif,” katanya.
Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, menilai bahwa Kanal Banjir Barat Semarang memiliki potensi besar sebagai ruang publik multifungsi.
“Selain fungsi utamanya sebagai pengendali banjir, kawasan ini juga layak dimanfaatkan untuk olahraga air dan kegiatan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan kejuaraan ini, Sudarto menambahkan bahwa BBWS Pemali Juana terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian bantaran dan sepadan sungai.




