Statistik Enzo Maresca Lebih Unggul, Tapi Tetap Didepak Chelsea?

Author Image

Ais Nurdin

18 Januari 2026, 02:49 WIB

Perpisahan Mengejutkan: Enzo Maresca Tinggalkan Chelsea di Puncak Kesuksesan

London – Awal tahun 2026 diwarnai kejutan besar di kancah . Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih Enzo Maresca pada Kamis, 1 Januari 2026 malam WIB. Keputusan ini datang di saat yang tidak terduga, mengingat The Blues masih berada dalam jalur perebutan tiket musim depan.

Kubu Stamford Bridge hanya berjarak tiga poin dari yang menduduki peringkat keempat, zona terakhir yang memastikan kelolosan ke kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi. Dengan masih tersisa 19 pekan pertandingan, banyak pihak terkejut dengan berakhirnya kerja sama antara klub dan pelatih asal Italia berusia 45 tahun tersebut.

Maresca, yang baru menukangi Chelsea selama satu setengah tahun, berhasil mencatatkan statistik impresif yang bahkan melampaui pencapaian pelatih-pelatih sebelumnya seperti Graham Potter, Frank Lampard, dan Mauricio Pochettino. Berdasarkan data Soccerbase, dalam 10 tahun terakhir, Maresca menempati posisi keempat dalam hal persentase kemenangan.

Statistik Pelatih Chelsea dalam 10 Tahun Terakhir (Persentase Kemenangan Tertinggi):

  • Antonio Conte/Italia (3 Juli 2016-13 Juli 2018): 65,09% kemenangan
  • Maurizio Sarri/Italia (14 Juli 2018-16 Juni 2019): 61,9% kemenangan
  • Thomas Tuchel/Jerman (26 Januari 2021-7 September 2022): 60% kemenangan
  • Enzo Maresca/Italia (1 Juli 2024-1 Januari 2026): 59,78% kemenangan
  • Frank Lampard/Inggris (4 Juli 2019-25 Januari 2021): 52,38% kemenangan
  • Mauricio Pochettino/Argentina (1 Juli 2023-21 Mei 2024): 50,98% kemenangan
  • Graham Potter/Inggris (8 September 2022-2 April 2023): 38,71% kemenangan
  • Frank Lampard/Inggris/interim (6 April 2023-30 Juni 2023): 9,09% kemenangan
  • Data ini tidak memasukkan Bruno Saltor yang sempat menjadi caretaker dalam satu pertandingan dan meraih hasil imbang pada April 2023. Statistik ini menyoroti pencapaian Maresca yang patut diacungi jempol, menjadikannya pelatih pilihan pertama Todd Boehly yang mampu mencatatkan persentase kemenangan mendekati 60%.

    Sejak mengakuisisi Chelsea dari Roman Abramovich pada Mei 2022, Todd Boehly telah menunjuk beberapa pelatih. Thomas Tuchel merupakan warisan dari kepemilikan sebelumnya. Graham Potter menjadi pelatih pertama yang direkrut oleh pengusaha Amerika Serikat ini, namun hanya bertahan sekitar enam bulan dengan persentase kemenangan 38,71%.

    Mauricio Pochettino sempat menjadi pelatih pilihan Boehly yang berhasil menembus angka 50% kemenangan. Namun, Maresca melampaui pencapaian tersebut dan menjadi pelatih pertama di era kepemilikan Boehly yang berhasil mempersembahkan gelar juara. Di bawah asuhannya, Chelsea menjuarai Liga Conference (UECL) 2024/25 dan Piala Dunia Antarklub 2025, sekaligus mengakhiri puasa gelar selama tiga tahun. Bahkan, Paris Saint-Germain, juara saat itu, berhasil ditaklukkan dengan skor telak 3-0 di final.

    Meskipun demikian, raihan gelar tersebut ternyata belum cukup untuk mempertahankan Maresca di Stamford Bridge. Pakar transfer Fabrizio Romano melaporkan bahwa perpisahan ini disebabkan oleh memburuknya hubungan antara pelatih dan klub. Di sisi lain, pihak klub beralasan perpisahan ini untuk tetap menjaga target lolos ke Liga Champions musim depan agar bisa bermain di empat kompetisi dalam satu musim.

    Spekulasi mengenai pengganti Maresca sudah beredar. Liam Rosenior, pelatih berusia 41 tahun asal Inggris yang kini menukangi RC Strasbourg, disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti permanen. Menariknya, RC Strasbourg juga berada di bawah kepemilikan Todd Boehly melalui perusahaan BlueCo.

    Terlepas dari siapa pun penggantinya, Chelsea dihadapkan pada laga krusial melawan di pada akhir pekan ini. Pertandingan antara vs Chelsea dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 00.30 WIB di Etihad Stadium.

    Related Post