Timnas Indonesia: Ambisi Juara Piala Asia Tenggara 2025 Terungkap!

Author Image

Ais Nurdin

20 Januari 2026, 15:33 WIB

Tim Nasional (Timnas) Indonesia menatap penuh optimisme untuk meraih gelar juara dalam Special Olympic South East Asia (SoSEA) Football Competition 2025. Kejuaraan bergengsi ini dijadwalkan akan bergulir di Kota Bandung, mulai tanggal 10 hingga 14 November 2025.

Ajang ini akan menjadi panggung bagi 132 atlet difabel intelektual terbaik dari enam negara kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Bangladesh. Pertandingan akan digelar di Stadion Persib (Sillolog), yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Bandung.

Penyelenggaraan kompetisi internasional perdana di Indonesia ini merupakan kolaborasi antara Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Hal ini sejalan dengan visi Wali Kota Bandung untuk menjadikan kota kembang sebagai destinasi sport tourism unggulan.

Bandung Siap Gelar Event Internasional

Sekretaris Dispora Kota Bandung, Hendi Maulana Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung penyelenggaraan event-event olahraga berskala internasional. “Dengan tagline sport tourism ini, kami ingin mendorong penyelenggaraan berbagai pertandingan dan event olahraga, mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional di Kota Bandung,” ujar Hendi usai acara pelepasan Kontingen Timnas Indonesia.

Dukungan penuh datang dari berbagai pihak. “Alhamdulillah, pemerintah Kota Bandung, Bapak Wali Kota, sangat mensupport kegiatan ini. Anggota dewan pun turut memberikan dukungannya. Begitu juga dengan bantuan dari pemerintah pusat, semua bersinergi agar event ini bisa terselenggara dengan baik di Kota Bandung,” tambahnya.

Optimisme Tinggi untuk Meraih Juara

Hendi mengungkapkan keyakinannya bahwa para atlet Timnas Indonesia telah menjalani persiapan yang matang di bawah bimbingan manajer, para pelatih, serta Ketua SOIna. Ia optimis kontingen Merah Putih dapat mengukir prestasi gemilang di ajang ini.

“Mereka telah berlatih selama empat bulan. Kami memiliki target jelas, yaitu merebut gelar juara. Kami berharap semuanya dimudahkan dan dilancarkan,” harap Hendi.

Ketua SOIna Kota Bandung, Abdul Karim, memiliki harapan serupa. Ia ingin melihat Kontingen Timnas Indonesia tampil maksimal dan mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

“Kami tentu berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Jika memang para atlet ini menunjukkan prestasi yang membanggakan, tidak menutup kemungkinan mereka akan kami kirim ke ajang internasional lainnya di luar negeri,” tegas Abdul Karim.

Pembinaan Atlet Difabel Butuh Kesabaran Ekstra

Abdul Karim mengakui bahwa persiapan tim sepak bola ini menghadapi berbagai tantangan. Ia menjelaskan bahwa atlet SOIna bukanlah pesepakbola profesional, sehingga pembinaan terhadap mereka membutuhkan pendekatan yang sangat sabar dan intensif.

“Kami memulai dari nol. Mereka bukan pemain yang sudah jadi seperti di klub profesional. Prosesnya dari mulai belajar menendang bola hingga bisa bermain, itu yang menjadi fokus kami. Perlu kesabaran ekstra,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Manajer Timnas Indonesia, Sipat. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam proses pembinaan hingga para atlet siap berkompetisi.

“Dari yang tidak bisa menendang sampai akhirnya bisa menendang dan bermain bola, itu sebuah proses. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para orang tua atlet atas dukungannya yang luar biasa. Kami optimis bisa meraih juara,” pungkas Sipat.

Related Post