Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, menyatakan kekecewaannya yang mendalam setelah timnya takluk dari Deltras FC di kandang sendiri, Stadion Jatidiri Semarang. PSIS harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Kekalahan ini terasa pahit, terutama karena terjadi di hadapan para pendukungnya.
Pertandingan baru berjalan separuh jalan, PSIS sudah tertinggal satu gol. Setelah jeda turun minum, Deltras FC berhasil menambah dua gol lagi, memastikan kemenangan 0-3. Situasi ini jelas mengecewakan bagi Jafri Sastra dan seluruh elemen tim PSIS.
Jafri Sastra mengakui bahwa timnya tidak menunjukkan performa layaknya tim yang siap meraih kemenangan. Ia menilai kekalahan ini bukan hanya persoalan angka di papan skor, melainkan juga mencerminkan buruknya kedisiplinan para pemain di lapangan.
Baca Juga
“Kami kalah bukan hanya dari hasil akhir. Kami bekerja keras, tapi tidak disiplin. Ini tentu menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala,” ungkap Jafri Sastra dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Padang ini berupaya melakukan perubahan dengan merotasi pemain saat timnya tertinggal. Namun, upaya penyegaran tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Lini serang PSIS terlihat tumpul dan kurang memiliki kreativitas, sementara pertahanan tim berulang kali kehilangan fokus dan kelengahan.
Sebaliknya, Deltras FC tampil lebih rapi dan disiplin. Tim berjuluk The Lobster ini berhasil memanfaatkan setiap celah dan kesalahan yang dibuat oleh PSIS. Kepercayaan diri mereka semakin meningkat, yang berujung pada dua gol tambahan yang membungkam Stadion Jatidiri.
“Di babak kedua kami sudah tidak bisa mengontrol permainan. Kami coba mencari solusi dengan pemain yang lebih segar, berharap ada pembeda, tapi justru terbalik,” tambah Jafri.
Kekalahan telak ini semakin memperburuk posisi PSIS di papan bawah klasemen sementara. Ancaman degradasi semakin nyata, terutama jika Persipal Palu mampu meraih kemenangan di pertandingan mereka pekan ini. Jafri Sastra menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk mengatasi hasil buruk yang dialami timnya.
Untuk bisa keluar dari zona merah degradasi, PSIS Semarang wajib meraih kemenangan di dua laga sisa putaran kedua. Target ini menjadi harga mati demi menyelamatkan musim mereka.




