Timnas Maroko kembali menunjukkan dominasinya di Piala Afrika 2025 dengan mengalahkan Kamerun 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Pangeran Moulay Abdallah, Rabat, Sabtu (10/1) dinihari WIB. Kemenangan ini membawa tuan rumah melaju ke babak semifinal, mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara turnamen.
Meski secara penguasaan bola Kamerun lebih unggul dengan 59 persen, Maroko tampil lebih efektif dan agresif dalam menciptakan peluang. Gol kemenangan dicetak oleh Brahim Diaz di babak pertama dan Ismael Saibari pada babak kedua, membuktikan ketajaman lini depan Maroko di momen krusial.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Peluang Meski Ball Possession Lebih Kecil
Meski Kamerun mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Maroko. Kamerun hanya mampu melesakkan lima tembakan percobaan, sementara Maroko berhasil melepaskan sembilan tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran.
Baca Juga
Maroko langsung mengancam sejak awal dengan serangan-serangan cepat, dan keberhasilan membuka skor pada menit ke-26 membuat tekanan bertambah besar bagi Kamerun. Gol ini berawal dari sepak pojok di sisi kanan yang dilepaskan oleh Achraf Hakimi, kemudian sundulan Ayoub El Kaabi memantul ke Brahim Diaz yang sigap memastikan bola melewati garis gawang.
Gol Penentu dan Lolos ke Semifinal
Memasuki menit ke-74, Maroko kembali memperlebar jarak lewat gol Ismael Saibari yang memanfaatkan situasi bola mati. Dari umpan silang Abde Ezzalzouli, Saibari melepaskan tembakan mendatar ke sudut bawah gawang yang tidak mampu dihalau kiper Kamerun.
Kemenangan 2-0 ini memastikan Maroko menunggu lawan di semifinal, yang akan ditentukan dari pertandingan antara Aljazair melawan Nigeria. Keberhasilan ini menjadi bukti ambisi Maroko sebagai tuan rumah untuk menembus babak akhir dan merengkuh gelar juara.
Analisis Taktik dan Kunci Kemenangan Maroko
Strategi Maroko yang mengandalkan serangan balik cepat dan efektivitas penyelesaian peluang menjadi faktor utama kemenangan. Meskipun Kamerun memiliki kontrol bola lebih banyak, mereka gagal mengkonversi dominasi tersebut menjadi gol.
Penggunaan pemain-pemain seperti Brahim Diaz dan Ismael Saibari yang mampu memanfaatkan peluang dengan baik menunjukkan kedewasaan taktik Maroko di bawah tekanan. Selain itu, pertahanan yang disiplin menjaga jarak dan ruang memberikan kesulitan bagi Kamerun untuk menembus lini belakang tuan rumah.
Panduan Praktis: Belajar dari Taktik Maroko
Bagi pelatih dan penggemar sepak bola, keberhasilan Maroko menekankan pentingnya efisiensi dalam penyelesaian akhir dan ketajaman dalam memanfaatkan situasi bola mati. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan:
- Fokus pada latihan penyelesaian di depan gawang untuk meningkatkan efektivitas.
- Manfaatkan situasi bola mati sebagai peluang mencetak gol strategis.
- Bangun pertahanan yang rapat dan disiplin untuk menahan serangan lawan.
- Kembangkan serangan balik cepat yang tepat sasaran agar lawan sulit mengantisipasi.
Studi Kasus: Brahim Diaz dan Pilihan Bela Maroko
Brahim Diaz, pemain yang sempat menjadi incaran tim besar Eropa, memilih memperkuat Maroko ketimbang Spanyol. Keputusannya terbukti memberi dampak besar, terbukti dengan gol pembuka yang membawa Maroko unggul. Kasus ini menunjukkan bagaimana pemain berdarah campuran dapat menjadi aset penting bagi tim nasional mereka.
Diaz menjadi contoh nyata bahwa pilihan identitas dan kebanggaan nasional dapat menginspirasi performa terbaik di panggung internasional.
Susunan Pemain
| Timnas Kamerun | Timnas Maroko |
|---|---|
| Devis Epassy | Yassine Bounou |
| Che Malone Junior | Hakimi |
| Samuel Kotto | Aguerd |
| Nouhou | Masina |
| Tchamadeu (digantikan Ebimbe 24′) | Mazraoui |
| Avom | El Khannouss (digantikan Amrabat 67′) |
| Baleba (digantikan Onana 77′) | El Aynaoui |
| Namaso (digantikan Magri 77′) | Saibari (digantikan Targhalline 86′) |
| Nagida | Brahim Diaz (digantikan Igamane 90′) |
| Mbeumo | El Kaabi (digantikan En Neysri 67′) |
| Kofane (digantikan Etta Eyong 77′) | Ezzalzouli (digantikan Rahimi 86′) |
Dengan hasil ini, Maroko semakin dekat dengan ambisi mereka menjadi juara Piala Afrika 2025 di hadapan pendukung sendiri. Performa dan strategi yang matang menjadi kunci utama mereka melangkah ke babak semifinal dan berpeluang besar mengangkat trofi bergengsi ini.




