Herdman Ubah Timnas: Budaya Lokal Jadi Senjata Rahasia Global

Author Image

Ais Nurdin

18 Januari 2026, 18:50 WIB

Kedatangan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia bukan hanya memicu diskusi soal taktik dan pemilihan pemain, tetapi juga pendekatan personal yang ia bawa. Berbeda dengan pelatih pada umumnya yang langsung menetapkan target juara, Herdman justru memilih untuk lebih dulu memahami akar budaya Indonesia.

Pendekatan ini ia tunjukkan sejak awal dengan komitmen untuk mengenal Indonesia lebih dalam. Dalam sesi perkenalannya di Jakarta pada 13 Januari 2026, Herdman mengungkapkan niatnya untuk tinggal dan merasakan langsung kehidupan di Tanah Air bersama istri dan anak-anaknya. Baginya, sepak bola tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dan keberagaman budaya masyarakat yang mendukungnya.

Perjalanan ke Eropa, Memetakan Kekuatan Timnas

Di tengah fokus adaptasi budaya tersebut, rencana Herdman untuk bertolak ke Eropa pada akhir Januari 2026 mengundang berbagai interpretasi. Sebagian pengamat melihat agenda ini bukan sekadar perjalanan teknis biasa, melainkan sebuah strategi untuk memetakan kekuatan Timnas Indonesia secara menyeluruh, mencakup pemain di dalam maupun luar negeri.

Pengamat sepak bola, Bung Ropan, berpendapat bahwa kunjungan ke Eropa menjadi kesempatan berharga bagi Herdman untuk berdialog langsung dengan para pemain Indonesia yang berlaga di level kompetitif tertinggi.

Lebih dari itu, perjalanan ini dinilai krusial untuk menyerap pandangan para pemain mengenai identitas Timnas Indonesia. Hal ini sangat penting, terutama menjelang Piala AFF 2026 yang akan menjadi panggung awal kepemimpinannya.

Beberapa nama pemain seperti Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk disebut-sebut berpotensi menjadi bagian dari agenda pertemuan tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya dilihat dari kualitas teknis semata, tetapi juga dari pengalaman bermain di lingkungan kompetitif Eropa yang dapat ditransfer kepada skuad Garuda.

Pendekatan Jangka Panjang dan Identitas Tim

Meskipun demikian, Herdman sebelumnya telah menegaskan niatnya untuk mengoptimalkan potensi pemain muda di Piala AFF 2026. Pernyataan ini mengindikasikan adanya keseimbangan dalam pendekatannya yang berorientasi jangka panjang, menggabungkan regenerasi pemain, pemanfaatan diaspora, serta pemahaman mendalam terhadap budaya lokal.

Dengan pendekatan ini, Timnas Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kekuatan taktis yang mumpuni, tetapi juga mampu membangun identitas tim yang jelas dan kuat.

Langkah yang diambil oleh John Herdman ini menandai dimulainya babak baru bagi Timnas Indonesia. Pembangunan tim tidak lagi hanya didasarkan pada hasil seleksi pemain semata, melainkan pada pemahaman yang mendalam mengenai aspek kemanusiaan, budaya, serta visi jangka panjang pengembangan sepak bola nasional.

Related Post