Corner Maut Arsenal Bikin Liga Inggris Ketar-Ketir?

Author Image

Mais Nurdin

28 Januari 2026, 01:12 WIB

LONDON – Taktik saat sepak pojok menuai sorotan. Mantan wasit , Mark Clattenburg, berpendapat bahwa strategi yang kerap menghalangi pergerakan kiper lawan tersebut seharusnya dianggap sebagai pelanggaran.

, di musim ini, dikenal efektif dalam memanfaatkan bola mati, terutama sepak pojok. Statistik mencatat, The Gunners telah mencetak 13 gol dari situasi bola mati, menjadikannya tim dengan torehan gol terbanyak dari kategori ini di .

Taktik Kontroversial di Kotak Penalti

Salah satu taktik yang sering digunakan Arsenal adalah menempatkan banyak pemain di area kotak kecil kiper saat sepak pojok. Tujuannya adalah menciptakan kemelut dan mempersulit kiper dalam mengamankan bola. Strategi ini terlihat jelas saat Arsenal mencetak gol dari sepak pojok dalam laga melawan , meskipun akhirnya mereka kalah 2-3.

Pada momen tersebut, kiper MU, Senne Lammnens, terlihat kesulitan bergerak karena banyaknya pemain di sekitarnya. Kondisi inilah yang memicu kritik terhadap taktik Arsenal, yang dianggap sengaja mengganggu pergerakan penjaga gawang.

Clattenburg: PGMOL Harus Bertindak Tegas

Mark Clattenburg, mantan wasit yang berpengalaman di Liga Inggris, berpendapat bahwa taktik Arsenal tersebut seharusnya dikategorikan sebagai pelanggaran. Ia mendesak Badan Wasit Liga Inggris (PGMOL) untuk memperjelas aturan terkait hal ini. Menurutnya, segala bentuk tindakan yang menghalangi kiper di area kotak kecil harus dihukum dengan tendangan bebas.

“PGMOL dan Liga Premier perlu menangani masalah ini. Setiap tindakan menghalangi kiper harus dihukum dengan tendangan bebas,” tegas Clattenburg, seperti dikutip dari Give Me Sports.

Clattenburg menambahkan, pemberian sanksi yang tegas di awal akan memberikan efek jera bagi tim-tim yang menggunakan taktik serupa. “Memang, mungkin akan ada lebih banyak pelanggaran yang diberikan di awal. Namun, ketika tim menyadari bahwa taktik ini tidak diperbolehkan, mereka akan berhenti melakukannya. Kita jarang melihat taktik ini digunakan di karena wasit lebih sering memberikan hukuman!” pungkasnya.

Related Post