Buky Ungkap Rahasia Bangkitkan Sepak Bola Jabar: 3 Pilar Kunci!

Author Image

Ais Nurdin

20 Januari 2026, 10:53 WIB

Buky Wibawa, calon Ketua Umum Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Barat (Jabar), menyatakan kesiapannya untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola di Tanah Pasundan. Pengalaman Buky di dunia sepak bola tidak perlu diragukan lagi, jauh sebelum menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Barat, ia telah aktif terlibat dalam pengelolaan klub sepak bola legendaris Bandung UNI.

Kecintaannya pada olahraga yang mendunia ini menjadi pendorong utama Buky untuk kembali terlibat secara aktif. Ia bertekad untuk menjadikan sepak bola Jabar kembali menjadi barometer di kancah nasional, tidak lagi tertinggal oleh perkembangan pesat provinsi lain.

“Orang sudah pernah mencintai bola, dia akan balik lagi mencintai bola. Cuma mungkin sekarang ada konteks yang agak beda. Agak beda itu saya lebih melihat lagi kepada kepentingan yang lebih luas,” ujar Buky, Senin, 8 Desember 2025.

Informasi yang diperoleh Buky menunjukkan bahwa perkembangan sepak bola di beberapa provinsi lain telah mengalami kemajuan signifikan. Hal ini menjadi perhatian serius baginya.

“Seperti yang pernah saya sampaikan juga, saya mendapat info Jawa Barat itu katanya perkembangan sepak bolanya ketinggalan dari Jawa Timur. Nah itu jadi jadi perhatian juga buat kita, minimal jadi warning jadi bagaimana Jawa Barat tetap menjadi barometer sepak bola di Indonesia,” ungkapnya.

Dorongan untuk berkontribusi dalam perbaikan sepak bola Jabar datang dari lubuk hatinya yang terdalam.

“Lalu saya yang memang mencintai dunia sepak bola itu akhirnya kepikiran gitu. Saya mau dan ingin juga ikut terlibat membenahi,” jelasnya.

Konsep besar yang ditawarkan Buky untuk memajukan sepak bola Jabar berpusat pada tiga pilar utama: dukungan komunal, pemerintah, dan swasta. Ia menekankan bahwa ketiga elemen ini harus berjalan sinergis.

“Saya berpikir, ada tiga dukungan yang, minimal tiga dukungan ini yang tidak boleh hilang salah satunya. Satu dukungan komunal, komunal itu klub-klub, Askot, sampai ke . Jawa Barat itu sudah kuat banget dari sisi itu, komunal,” ucapnya.

“Yang kedua dukungan pemerintah, ini masih perlu diperkuat. Dan yang ketiga adalah peran swasta, sponsorship. Jadi segitiga inilah yang menurut saya, keterhubungan untuk yang menentukan sepak bola di Jawa Barat itu survive atau enggak,” ujarnya.

Dalam tataran teknis, Buky menegaskan akan mendelegasikan tugas kepada para profesional yang memiliki keahlian dan pengalaman langsung di lapangan. Ia percaya bahwa orang-orang yang telah teruji oleh waktu di dunia sepak bola, seperti pengelola klub dan perwakilan Askot/Askab, adalah kunci keberhasilan.

“Tentu ada teman-teman yang sehari-hari itu secara teknis terlibat terus-terusan, diuji oleh waktu terhadap dunia sepak bola, yaitu klub-klub, pengelola klub, Askot/Askab. Saya akan terus bertanya, saya akan melibatkan mereka. Tanpa mereka, mustahil,” katanya.

“Sulit mencari orang baru kalau tidak benar-benar gila bola. Mereka ini yang sudah teruji, dan itu harus diapresiasi,” tegasnya.

Sebelum memutuskan untuk maju sebagai Calon Ketua Asprov PSSI Jabar, Buky telah melakukan berbagai diskusi, termasuk dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengenai penguatan peran pemerintah dalam pembinaan sepak bola.

Pemerintah, menurut pandangan Buky, memiliki komitmen kuat untuk membangun sepak bola dari level akar rumput. Dukungan ini mencakup penyediaan fasilitas lapangan yang memadai hingga pengembangan liga-liga berjenjang untuk pembinaan pemain muda.

“Ke depan bisa dikembangkan Liga Desa, Liga Pesantren, Liga Pelajar, dari usia belasan sampai dewasa,” pungkasnya.

Related Post