Persaingan ketat di Formula 1 tak hanya terjadi di lintasan balap, tetapi juga di balik meja negosiasi kontrak. Pembalap Mercedes, George Russell, merasakan langsung tekanan tersebut ketika masa depannya bersama tim pabrikan asal Brackley itu sempat menggantung tanpa kejelasan. Spekulasi liar yang menyeret nama besar seperti Max Verstappen pun semakin memanaskan bursa pembalap, membuat Russell berada di bawah sorotan publik yang tak kunjung mereda.
Meski menunjukkan performa yang konsisten di awal musim, Russell harus menghadapi kenyataan pahit berupa penundaan kontrak yang tak kunjung pasti. Situasi ini memberinya pelajaran berharga di dunia Formula 1: hasil di lintasan balap adalah jawaban paling ampuh untuk meredam segala keraguan yang ada.
Russell memulai musim Formula 1 dengan kontrak yang hampir habis setelah bergabung dengan Mercedes pada tahun 2022. Performa konsistennya di paruh pertama musim belum mampu menuntaskan ketidakpastian masa depannya. Rumor ketertarikan Mercedes terhadap Max Verstappen semakin kuat berhembus, menciptakan bayang-bayang keraguan akan kelanjutan kariernya.
Baca Juga
Baru pada pertengahan Oktober, Russell dan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, secara resmi diumumkan sebagai pembalap Mercedes untuk musim 2026. Kepastian ini datang setelah isu kepindahan Max Verstappen mereda dari pemberitaan.
Menanggapi pertanyaan mengenai apakah ia merasa kurang dihargai oleh Mercedes selama proses penundaan kontrak, Russell mengakui bahwa ia merasakannya hingga batas tertentu.
Perasaan tersebut, menurut Russell, bukan semata-mata disebabkan oleh jalannya pembicaraan kontrak, melainkan lebih pada penilaian pribadi terhadap nilai dirinya.
Ia berpendapat bahwa seseorang akan merasa dihargai ketika apa yang diterima sepadan dengan ekspektasi yang dimiliki. Sebaliknya, jika tidak, maka perasaan tersebut akan muncul.
Namun, Russell menegaskan bahwa situasi tersebut dengan cepat terselesaikan setelah kontrak akhirnya ditandatangani. Baginya, hal tersebut bukanlah gangguan yang berarti karena ia memilih untuk tetap fokus sepenuhnya pada performa balapnya.
Dari pengalaman tersebut, Russell belajar untuk mengesampingkan kebisingan dan spekulasi yang datang dari luar. Ia menyadari bahwa hasil di lintasan balap adalah cara terbaik untuk memastikan posisinya tetap aman dalam persaingan Formula 1 yang begitu ketat.
“Saya rasa ini juga menjadi pelajaran bagi saya bahwa apapun kebisingan yang terjadi di luar, sebenarnya tidak perlu terlalu dipikirkan,” ujar Russell.
“Entah Anda dikenal sebagai orang paling baik atau justru paling dibenci, begitu Anda masuk ke dalam mobil dan menjalankan tugas dengan baik, tidak ada yang mengingat hal lain. Yang mereka pedulikan hanyalah catatan waktu putaran.”




