Dunia olahraga Indonesia kembali diguncang oleh kabar miris yang menodai semangat sportivitas dan integritas. Kabar mengenai tindakan kekerasan seksual yang menimpa sejumlah atlet berbakat, khususnya dari cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing, menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menanggapi insiden memilukan ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sebagai salah satu federasi olahraga terbesar di Tanah Air, tidak tinggal diam. PSSI secara tegas dan terbuka mengecam segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual, yang mencoreng citra positif dunia olahraga.
PSSI Tuntut Perlindungan dan Keadilan Bagi Korban
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, bersama Anggota Komite Eksekutif (Exco) Vivin Cahyani, tampil di garis depan untuk menyuarakan keprihatinan mendalam mereka. Keduanya mendesak agar penanganan kasus ini dilakukan secara tuntas, transparan, dan berkeadilan bagi para korban.
Baca Juga
Pernyataan resmi dari PSSI menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan di lingkungan olahraga. Federasi ini menuntut jaminan perlindungan penuh bagi setiap atlet, memastikan mereka dapat berlatih dan berkompetisi dalam suasana yang aman, bebas dari rasa takut dan ancaman eksploitasi. Penekanan kuat diberikan pada pentingnya menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, suportif, dan menghargai martabat setiap individu.




