Paris Pernandes mengaku sedikit cemas menjelang pertandingan ulang melawan Rudy Golden Boy. Kali ini, pertarungan tidak akan hanya mengandalkan tinju, melainkan beralih ke format kick boxing. Perbedaan mendasar ini membuat Paris khawatir akan potensi cedera akibat tendangan kaki yang bisa mengarah ke bagian kepala.
Pertandingan yang dijadwalkan pada 7 Februari 2026 di Hollywings Superclub, Gatsu, Jakarta, ini menjadi tantangan baru bagi Paris. Ia mengungkapkan kegelisahannya akan kemungkinan terjadinya “tendangan beruntung” (lucky blow) yang bisa berakibat fatal, sebagaimana ia saksikan pada pertandingan kick boxing lainnya.
“Apalagi nanti, ketika tendangannya, kadang-kadang ada lucky blow, ada lucky tendangan juga, gitu kan,” ujar Paris dalam kanal YouTube-nya. Ia menambahkan pengalamannya melihat petarung kick boxing lain terkena high kick di kepala hingga kejang. Hal inilah yang berusaha ia minimalkan agar tidak terjadi pada dirinya.
Baca Juga
Meskipun memiliki kekhawatiran, Paris Pernandes telah mempersiapkan diri selama dua bulan untuk menghadapi Rudy Golden Boy dalam format baru ini. Ia belajar aturan main kick boxing dan tidak takut menghadapi CEO Baku Hantam tersebut.
“Saya tidak takut dengan bang Rudy. Sudah persiapan dua bulan, sudah mengerti rule-nya,” tegasnya. Paris mengakui bahwa latihan kick boxing terasa menyakitkan, terutama karena ia tidak terbiasa menggunakan kaki dalam bertarung.
“Kick boxing memang sakit latihannya, karena saya tidak pernah bermain kaki. Jangankan menendang orang, menendang bola saja tidak bisa,” jelas Paris. Namun, ia kini telah mencintai olahraga tersebut sehingga rasa sakit tersebut mulai teratasi.
Dalam sesi jumpa pers, Rudy Golden Boy sempat menanyakan kembali keseriusan Paris untuk melanjutkan pertandingan. Paris menegaskan kesiapannya, mengingat kekalahannya di pertandingan sebelumnya membuatnya malu jika mengundurkan diri.
“Yakin, saya kan sudah pernah bilang, di meja ini, saya siap bertanding di luar rule saya jika saya menang. Ternyata hasilnya lain,” jawab Paris. Ia menambahkan, “Malu kalau saya mundur.”
Paris menyadari banyak pihak yang meremehkannya, terutama setelah kalah dalam pertandingan tinju dan kini harus bertarung menggunakan kaki. Ia bertekad untuk membayar kekecewaan para pendukungnya.
“Kita akan bayar kekecewaan teman-teman yang ada di sini. Aku akan bayar kekecewaan teman-teman yang ada di rumah di HSS 6 kemarin,” ujarnya. Paris juga berjanji tidak akan ada drama di atas ring, hanya pertarungan yang sesungguhnya antara pukulan dan tendangan.
Pertandingan ulang antara Paris Pernandes dan Rudy Golden Boy ini akan menjadi laga utama dalam gelaran tersebut, yang juga akan menampilkan pertandingan bela diri lainnya.




