Paris FC Bungkam PSG di Kandang Sendiri Lewat Gol Mantan!

Author Image

Ais Nurdin

18 Januari 2026, 03:11 WIB

Pertandingan babak 32 besar Coupe de France antara Paris Saint-Germain (PSG) melawan Paris FC pada Senin malam (12/1) berubah menjadi malam yang kelam bagi publik Parc des Princes. Sang juara bertahan dan pemegang rekor 16 gelar Coupe de France ini secara mengejutkan tersingkir setelah kalah tipis 0-1 dari tim tetangga mereka, Paris FC. Ironisnya, gol kemenangan Paris FC dicetak oleh Jonathan Ikone, seorang pemain yang justru dibesarkan di akademi sepak bola PSG sendiri.

Kekalahan ini meninggalkan noda hitam dalam sejarah PSG. Ini merupakan kekalahan kandang pertama di ajang Coupe de France sejak tahun 2022. Selain itu, PSG gagal menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak musim 2012/2013. Lebih lanjut, ini juga menandai kekalahan pertama dari tim “saudara muda” mereka, Paris FC, dalam laga resmi sejak tahun 1990.

Dominasi yang Berujung Sia-sia

Di bawah arahan pelatih Luis Enrique, PSG sebenarnya menampilkan performa yang sangat dominan sepanjang pertandingan. Statistik mencatat bahwa tim berjuluk Les Parisiens ini menguasai bola hingga 70% dan melepaskan total 25 tembakan ke arah gawang.

Meskipun Khvicha Kvaratskhelia berkali-kali mampu mengancam pertahanan lawan, penyelesaian akhir yang buruk serta penampilan gemilang kiper Paris FC, Obed Nkambadio, membuat gawang tim tamu tetap aman.

Petaka bagi PSG datang pada menit ke-75. Melalui sebuah skema serangan balik cepat yang mematikan, Jonathan Ikone, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil menyontek bola masuk ke gawang mantan klubnya.

Meski mencetak gol yang menentukan kemenangan timnya, Ikone memilih untuk tidak melakukan selebrasi sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalunya di akademi PSG. Keputusannya membuat seisi stadion terdiam.

Pesta di Kubu Paris FC

Kemenangan ini menjadi pernyataan kuat dari Paris FC, yang kini didukung oleh kekuatan finansial dari grup LVMH dan Red Bull. Klub ini membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim penghuni papan bawah .

Meskipun saat ini tertahan di posisi ke-15 klasemen , raihan positif di Coupe de France ini mengindikasikan bahwa peta kekuatan sepak bola di kota Paris mulai mengalami pergeseran.

Usai pertandingan, Jonathan Ikone mengungkapkan kegembiraannya.

“Kami sangat bahagia, kami bertahan dengan sangat luar biasa,” ujar Ikone. “Sangat senang dengan gol ini, ini adalah kebahagiaan murni bagi kami.”

Sejarah Kelam bagi PSG dan Momen Emosional

Kekalahan ini mengukir beberapa catatan kelam dalam sejarah Paris Saint-Germain.

* Kekalahan kandang pertama di ajang Coupe de France sejak tahun 2022.
* Kegagalan menembus babak 16 besar untuk kali pertama sejak musim 2012/2013.
* Kekalahan pertama dari ‘saudara muda’ mereka, Paris FC, dalam laga resmi sejak tahun 1990.

Pertandingan ini juga diwarnai momen emosional sebelum kick-off. Mamadou Sakho, mantan kapten PSG yang juga memulai karier sepak bolanya di Paris FC, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepak bola di tengah lapangan.

Kini, Paris FC melaju ke babak 16 besar dengan kepala tegak, sementara PSG harus segera melakukan evaluasi dan berbenah diri setelah trofi domestik paling bergengsi mereka harus lepas dari genggaman.

Related Post