McLaren akan kembali menggunakan nomor 1 pada musim Formula 1 tahun ini, menandai kembalinya nomor ikonik tersebut setelah absen selama 16 tahun. Penggunaan nomor 1 ini memiliki sejarah panjang dan penuh makna bagi tim asal Inggris tersebut.
Kembalinya nomor 1 ke garasi McLaren terkait erat dengan pencapaian luar biasa Lando Norris. Ia akan memulai musim Formula 1 2026 sebagai juara dunia bertahan, setelah berhasil menjuarai musim 2025. Sesuai regulasi sebagai juara dunia, Norris berhak memilih menggunakan nomor 1 yang prestisius. Pilihan ini mengingatkan pada jejak para legenda yang pernah menghiasi sejarah McLaren dengan nomor keberuntungan ini.
Sejarah Penggunaan Nomor 1 di McLaren
Sejarah Formula 1 mencatat bahwa sebelum tahun 1974, sistem penomoran pembalap belum memiliki aturan baku dan seringkali ditentukan oleh penyelenggara balapan. Pada debut Grand Prix McLaren di Monako tahun 1966, Chris Amon sempat terdaftar menggunakan nomor 1, sementara Bruce McLaren memakai nomor 2. Namun, karena mobil Amon belum siap digunakan, hanya Bruce yang tampil di lintasan, sehingga nomor 1 tidak pernah benar-benar terlihat dalam balapan tersebut.
Baca Juga
Mobil McLaren pertama kali benar-benar tampil dengan nomor 1 pada seri pembuka musim 1968 di Grand Prix Afrika Selatan. Saat itu, Denny Hulme, yang berstatus juara dunia bertahan usai memenangkan musim 1967 bersama Brabham, mengenakan nomor ikonik ini pada mobil M7A.
Perjalanan Nomor 1 di Era McLaren
Denny Hulme berhasil meraih dua kemenangan gemilang dengan nomor 1 di Grand Prix Italia dan Kanada. Kemenangan-kemenangan ini sekaligus menjadi podium pertama McLaren di Formula 1 yang menggunakan nomor bergengsi tersebut. Meskipun demikian, ada kalanya Hulme tidak menggunakan nomor 1 karena nomor tersebut dipakai oleh pembalap lain dalam beberapa balapan.
Tahun 1974 menjadi momen bersejarah bagi McLaren Formula 1 karena mereka berhasil meraih gelar Konstruktor pertama. Prestasi ini dilengkapi oleh Emerson Fittipaldi yang menjadi juara dunia pembalap. Pada musim 1975, Fittipaldi menggunakan nomor 1, menandai musim pertama nomor tersebut digunakan secara eksklusif oleh sang juara bertahan. Ia sukses memenangkan balapan pembuka di Argentina dan kembali naik podium tertinggi di Inggris.
Nomor 1 kembali menghiasi mobil McLaren pada tahun 1977, kali ini dikenakan oleh James Hunt. Meskipun gagal mempertahankan gelar juaranya, Hunt berhasil meraih tiga kemenangan Grand Prix, termasuk kemenangan ikonik di kandangnya sendiri, Inggris.
Setelah periode tersebut, nomor 1 tidak lagi terlihat di mobil McLaren hingga pertengahan tahun 1980-an. Sebuah momen unik terjadi pada John Watson yang membela McLaren Formula 1 antara tahun 1979 hingga 1983. Ia mencatatkan kemenangan yang sangat berkesan, salah satunya di Grand Prix Inggris 1981. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi McLaren di era Ron Dennis dan John Barnard.
Kemenangan terakhir Watson diraih di Long Beach pada tahun 1983. Dalam balapan tersebut, ia dan Niki Lauda berhasil finis di posisi satu-dua, padahal mereka memulai balapan dari urutan ke-22 dan ke-23.
Penampilan terakhir Watson di Formula 1 terjadi pada Grand Prix Eropa 1985 di Brands Hatch. Ia menggantikan Niki Lauda yang mengalami cedera dan mengendarai mobil bernomor 1. Meskipun memulai balapan dari posisi ke-21, Watson berhasil finis di posisi ketujuh. Balapan tersebut juga menandai momen Alain Prost meraih gelar juara dunia pertamanya bersama McLaren, sekaligus menjadi kali terakhir nomor 1 digunakan oleh pembalap yang bukan berstatus juara dunia.
Dominasi Alain Prost dan Ayrton Senna pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an membuat nomor 1 kerap terlihat menghiasi mobil McLaren Formula 1. Prost menjadi pembalap McLaren pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia pada tahun 1986, dengan menggunakan nomor 1 sepanjang musim tersebut. Prestasi ini kemudian diulang oleh Senna pada tahun 1991.
Senna, Häkkinen, dan Era Modern Nomor 1
Prost dan Senna sama-sama menggunakan nomor 1 selama lima musim antara 1986 hingga 1992. Ayrton Senna menjadi pemakai terbanyak nomor 1 dalam sejarah McLaren, yaitu dalam 48 Grand Prix. Dari jumlah tersebut, Senna berhasil meraih 16 kemenangan, termasuk kemenangan legendaris di São Paulo. Saat itu, ia harus mengatasi masalah transmisi pada mobil MP4/6 untuk meraih salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya.
Mika Häkkinen juga pernah merasakan menggunakan nomor 1 bersama McLaren Formula 1 pada musim 1999 dan 2000, sebagai pembalap yang berstatus juara dunia bertahan. Gelar juara dunia yang diraihnya pada tahun 1999 menjadi gelar terakhir bagi pembalap McLaren yang menggunakan nomor 1.
Nomor 1 kembali hadir di McLaren pada tahun 2007, 2009, dan 2010. Dari ketiga musim tersebut, hanya Lewis Hamilton yang mengenakannya setelah berhasil menjuarai dunia bersama McLaren, yaitu usai gelar yang diraihnya pada tahun 2008. Musim 2009 menjadi satu-satunya musim Hamilton menggunakan nomor 1 sebelum ia memilih setia menggunakan nomor pribadinya, yaitu 44.
Fernando Alonso membawa nomor 1 ke McLaren pada tahun 2007 sebagai juara dunia bertahan. Sementara itu, Jenson Button mempertahankan keberadaan nomor tersebut di McLaren pada tahun 2010, setelah sebelumnya meraih gelar bersama Brawn GP pada 2009.
Kemenangan Jenson Button bersama McLaren di Grand Prix China menjadi kemenangan terakhir bagi mobil McLaren bernomor 1 di ajang Grand Prix. Setelah itu, hingga seri penutup musim di Abu Dhabi, nomor 1 McLaren tidak lagi tampil. Penantian panjang tersebut akhirnya terbayar lunas ketika Lando Norris kembali mengaspal di Melbourne dengan mobil bernomor 1, siap melanjutkan tradisi nomor ikonik ini.




