Liga Champions: Kutukan Fase Gugur Mourinho Kembali Menghantui?

Author Image

Ais Nurdin

28 Februari 2026, 13:20 WIB

Nama selalu identik dengan intrik, karisma, dan tentu saja, trofi. berjuluk “” ini memiliki reputasi mentereng di kancah , termasuk dua gelar yang pernah ia raih. Namun, seiring berjalannya waktu, ada satu pola yang kian sering menghantui perjalanan kariernya: kesulitan tim asuhannya melangkah jauh di kompetisi elite tersebut.

Setelah sekian lama absen dari panggung termegah antarklub Eropa, kembalinya Mourinho ke sempat memicu ekspektasi tinggi dari banyak pihak. Penggemar menanti apakah sang juru taktik berpengalaman ini mampu mengulang magisnya. Sayangnya, realita di lapangan berkata lain. Alih-alih mengukir kejutan atau melaju hingga babak-babak akhir, tim yang ia besut justru kembali tersingkir pada , memperpanjang tren kurang menguntungkan bagi asal Portugal tersebut.

Fenomena ini bukan hal baru. Perjalanan tim Mourinho di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir kerap terhenti lebih cepat dari dugaan, khususnya saat memasuki babak eliminasi. Sebuah ‘kebiasaan’ yang tampaknya sulit ia putus, bahkan setelah jeda panjang dari atmosfer Liga Champions. Ini menjadi sorotan tajam bagi pengamat , yang mempertanyakan strategi dan daya saing tim Mourinho di tahapan krusial kompetisi.

Tersingkirnya tim Mourinho di fase gugur kali ini seolah menjadi pengulangan skenario yang familiar. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara dan Liga Champions tampaknya belum kembali harmonis. Perjalanan sang ‘Special One’ di kompetisi paling bergengsi Eropa ini se kembali menyisakan pertanyaan besar tentang kapasitas timnya untuk menembus persaingan ketat di babak-babak penentu.

Related Post