Haaland & City Mandul Awal 2026: Ancaman Tahta Liga Inggris?

Author Image

Ais Nurdin

18 Januari 2026, 03:49 WIB

Awal tahun 2026 tampaknya menjadi batu sandungan bagi dalam upaya mereka mengejar di puncak klasemen . Tren positif yang mereka tunjukkan di akhir tahun 2025, dengan enam kemenangan beruntun, mendadak melambat setelah hanya mampu meraih hasil imbang 0-0 melawan Sunderland pada pekan ke-19.

Hasil ini berimplikasi langsung pada peta persaingan. Jarak poin antara yang kini berada di peringkat kedua dengan di puncak klasemen, yang sebelumnya hanya dua poin, kini melebar menjadi empat poin. Kegagalan meraih poin penuh di Stadium of Light ini seolah mematahkan harapan para pendukung City yang sempat yakin tim kesayangan mereka bisa menyalip Arsenal.

Rentetan Kemenangan Berakhir di Tangan Sunderland

Manchester City, yang berstatus sebagai “pemburu” di klasemen, sejatinya dituntut untuk terus meraih kemenangan demi kemenangan. Strategi ini berhasil mereka terapkan dengan gemilang di akhir tahun 2025, di mana mereka berhasil menyapu bersih enam pertandingan. Rentetan kemenangan ini merupakan respons positif setelah kekalahan mereka dari Newcastle United pada 23 November 2025.

Performa impresif tersebut sempat memberikan tekanan besar kepada Arsenal. Banyak pihak memprediksi Phil Foden dan kawan-kawan akan mampu menaklukkan Arsenal dan memperkecil jarak poin. Namun, hasil imbang 0-0 melawan Sunderland dini hari tadi seolah menjadi antitesis dari strategi “pemburu harus berlari kencang”.

Manchester City gagal memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi tujuh pertandingan. Alih-alih berlari kencang, mereka justru terlihat melambat di laga tersebut.

Performa Pemain yang Menurun

Berdasarkan laporan dari Soccerway, beberapa pemain kunci Manchester City menunjukkan performa di bawah standar pada pertandingan melawan Sunderland. Hal ini tercermin dari nilai penampilan mereka yang tidak maksimal.

Pelatih menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan sebagai ujung tombak. Haaland didukung oleh Rayan Cherki dan Savinho di lini serang, serta Bernardo Silva, Nico Gonzalez, dan Phil Foden di lini tengah. sendiri harus puas memulai laga dari bangku cadangan.

hanya mampu meraih nilai penampilan 6.4, sama seperti Savinho yang juga tidak mampu menampilkan performa terbaiknya. Rayan Cherki menjadi pemain menyerang Manchester City dengan nilai tertinggi, yaitu 7.6. Sementara itu, pemain terbaik City di pertandingan ini adalah Nathan Aké dengan nilai 8.0.

Kondisi semakin apes bagi Manchester City ketika Nico Gonzalez mengalami cedera di awal babak kedua dan harus digantikan oleh Rodri. Savinho juga harus ditarik keluar pada menit ke-51 dan digantikan oleh Jeremy Doku.

Jarak dengan Arsenal Semakin Lebar

Hasil imbang tanpa gol di Stadium of Light, yang merupakan laga penutup pekan ke-19 , menjadi kerugian besar bagi Manchester City. Tambahan satu poin tidak cukup untuk menahan laju Arsenal.

Sebelumnya, Arsenal yang bermain lebih awal di pekan ke-19, tampil meyakinkan dengan mengalahkan Aston Villa 4-1 di Emirates Stadium. Kemenangan ini sekaligus menghentikan tren positif Aston Villa.

Kini, Arsenal memimpin klasemen Liga Inggris dengan total 45 poin. Manchester City menempati posisi kedua dengan 41 poin, sementara Aston Villa berada di peringkat ketiga dengan 39 poin.

Menariknya, prediksi banyak pihak yang mengira Arsenal akan tersandung melawan Aston Villa dan Manchester City akan tampil perkasa di kandang Sunderland, justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi.

Related Post