Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional setelah Persija Jakarta harus mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara Presisi dalam laga sengit. Skuad berjuluk Macan Kemayoran itu dipaksa menelan pil pahit kekalahan dengan skor tipis 2-3. Hasil ini tentu saja menuai sorotan, terutama setelah salah satu insiden krusial yang mewarnai jalannya pertandingan.
Di balik kekalahan tersebut, juru taktik Persija Jakarta, Mauricio Souza, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya yang mendalam. Fokus utama kekesalannya tertuju pada keputusan wasit yang mengganjar bek andalannya, Jordi Amat, dengan kartu merah. Insiden ini, menurut Souza, menjadi salah satu faktor penentu yang sangat merugikan timnya dalam upaya meraih poin penuh.
Saat pertandingan berlangsung, momentum permainan Persija Jakarta seolah berubah drastis setelah keluarnya kartu merah untuk Jordi Amat. Pemain bertahan berkebangsaan Spanyol tersebut terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal, membuat tim harus berjuang dengan sepuluh pemain. Situasi ini jelas memberikan keuntungan signifikan bagi Bhayangkara Presisi untuk terus menekan dan akhirnya memastikan kemenangan di kandang sendiri.
Baca Juga
Souza secara eksplisit menyampaikan penyesalannya, menekankan betapa pentingnya keberadaan Jordi Amat di lini belakang. Absennya sang bek akibat kartu merah tersebut diyakini telah mengganggu keseimbangan dan strategi yang telah dirancang. Kekalahan 2-3 ini bukan hanya sekadar hasil minor, melainkan juga pelajaran berharga bagi tim untuk mengevaluasi diri demi pertandingan-pertandingan mendatang.




